[FF] This Is My Regret

Title                 : This Is My Regret

 

Author             : Shin Ra Rin [@EzraSari96 (on twitter) & https://www.facebook.com/EzraSari (on Fb)]

 

Length             : Oneshoot

 

Genre              : Romance, Sad, Angst

 

Rated               :  PG

 

Main Cast        : KyuYoung Couple

 

Support Cast    : You can find by you’re self.. ^^

 

Support Song  : Huh Gak- The Person Who Once Loved & Super Junior – Hate U, Love U.. (terserah readers mau yang mana)

 

 

Annyeong Asseumnikka Readers!! Seperti biasa author kasih FF selingan sambil nunggu FF CYSM part 6 nya keluar.. hhehe~ Mungkin readers banyak bertanya, kenapa author Shin Rarin kalau ngeluarin FF Oneshoot suka-nya sad..? Jawaban author sangat klasik.. Itu karena author suka.. karena bagi author kalau di sad pasti author dapat feel-nya.. kkeke~

Yaa.. mungkin ada beberapa orang tak suka dengan cerita sad, tapi setidaknya bagi yang membaca, don’t forget to RCL nee^^

 

 

__Happy Reading guys__

 

 

__Story Begin__

 

 

Seorang namja sedang terduduk pada sebuah bangku taman di pinggiran Hangang River. Pandangannya masih terfokus pada cahaya mentari yang akan meninggalkan singgasananya. Namja itu masih memandang lurus ke depan, entah apa yang sedari tadi yang dia pikirkan. Namja itu tersadar ketika sebuah suara menyadarkannya..

 

 

Oppa….” Ucap seorang yeoja yang langsung menyandarkan kepalanya pada pundak sang namja. Namja tak menjawab, lalu melihat jam berwarna hitam yang melingkar manis pada pergelangan tangannya.

 

 

“Aku telat yaa Oppa?” Namja itu masih terdiam, lalu Ia menghela nafas berat.

 

 

“Kita berakhir sampai disini saja..”

 

 

Nde? Maksud Oppa?

 

 

“Aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini..” ucap Kyu lalu beranjak pergi. Soo yang masih belum puas dengan penjalasan Kyu, lalu segera mencegah lengan Kyu.

 

 

Oppa, kenapa begini? Katakan apa salahku?”

 

 

Namun Kyu tak kunjung menjawab. Ia menghempaskan tangan Soo kasar.

 

 

“Jauhi aku dan jangan ganggu hidupku lagi… Munafik!” ucap Kyu lalu beranjak pergi.

 

 

Soo menatap nanar punggung namja yang semakin menjauh itu. Kakinya tiba-tiba lemas dan serasa tak kuat lagi menopang berat tubuhnya. Soo terjatuh ke tanah dan terisak pelan..

 

 

“Apa kesalahanku Kyu? Kata-katamu begitu menyakitkan Kyu.. Kau Jahat Kyu..” ucap Soo lirih namun masih bisa terdengar oleh Kyu.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo memasuki ruang kuliahnya hari ini dengan tidak bersemangat. Baru saja sampai di depan pintu. Soo langsung di sambut oleh pemandangan yang kembali membuatnya sakit. Kyu tidak lagi duduk di sebelahnya, entah ada angin apa Ia duduk di sebelah Seohyun, yeoja yang selama ini menjadi rival Soo. Dengan pikiran yang kacau Soo berjalan menghampiri mereka..

 

 

“Kyu….”

 

 

“Wae?” dia berdecak kesal.

 

 

“Kenapa kamu duduk di sini?” tanya Soo.

 

 

“Wae? Dia namjachingu-ku” sahut Seohyun cepat.

 

 

Air mata Soo kembali mengalir. Soo beranjak menuju bangku yang biasa Ia duduki bersama Kyu, dan sekarang menjadi sendiri. Soo membenci dirinya yang dengan mudahnya menangis di depan mereka –Kyu dan Seo-. Ia merasa tampak lemah di hadapan mereka.

 

 

Kyu bangkit lalu menarik Soo keluar ruangan. Kyu menyeret Soo menuju tempat yang agak sepi. Dihempaskannya tangan Soo kasar.

 

 

“Apa perkataanku kemarin kurang jelas?” dercak Kyu. Mata Kyu menatap tajam mata Soo.

 

 

“Kenapa kau berubah Kyu..” lirih Soo sambil memegangi tangannya yang sakit akibat genggaman Kyu.

 

 

“Kau sendiri yang memulai dan membuatku seperti ini, kau yang membuatku membencimu Choi Soo Young dan kau…..” jari telunjuk Kyu mengarah pada muka Soo.

 

 

“Berhenti mencampuri urusanku” ujar Kyu lalu pergi. Air mata Soo kembali terjun dengan bebasnya ke atas pipi putih Soo. Soo sendiri tak mengerti di mana sebenarnya letak kesalahannya.

 

 

“Kau …jahat Kyu..”

 

 

 

 

Nafas Kyu naik turun menahan emosi yang bersemayam dalam dirinya. Kyu melihat Soo dari jauh, Soo terjatuh ke tanah, menangkupkan kedua tangannya pada mukanya seraya bergumam “Kyu jahat” berulang kali.

 

 

“Apa sikapku keterlaluan padanya?” tanya Kyu dalam hatinya, namun Kyu segera menggelengkan kepalanya.

 

 

“Ia pantas menerimanya”

 

 

Kyu menyadari bahwa selama ini apa yang telah Ia lakukan sia-sia dan Kyu juga menyadari bahwa dirinya juga sangat lelah. Soo mengekangnya, mengekori Kyu dan takut kalau Kyu meninggalkannya. Kyu harus ada 24 jam untuk Soo dan Soo sama sekali tidak membiarkan Kyu dekat dengan yeoja lain sekalipun untuk tugas kelompok, Soo pasti ikut. Terdengar konyol memang? Tapi itulah yang terjadi.. dan itu telah berlangsung selama 4 tahun.

 

Seminggu yang lalu ketika Soo tidak masuk kuliah dengan alasan ingin menemui saudaranya di Gangnam. Tapi tanpa di sadari Kyu memergokinya sedang menikmati ice cream dengan seorang namja dan mereka terlihat bahagia. Dan itu bukan di daerah Gangnam, melainkan di salah satu café favoritnya yang terletak di dekat apartemen-nya. Saat Kyu menelponnya, Soo bilang kalau dia sibuk sekarang. Kyu merasa dibohongi oleh Soo. Kyu merasa terkekang dalam hubungannya itu.

 

Sekarang Kyu berpacaran dengan Seohyun, teman seruangan Kyu dan Soo. Dari dulu Kyu mengaguminya, dia pintar, lebih dewasa dan lebih cantik. Seohyun adalah rival Soo sejak lama. Jadi, otomatis mereka dari dulu tidak pernah akur satu sama lainnya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

“Aishh.. kenapa kepalaku terasa berat… Ah~ mungkin aku terlalu banyak menangis semalam..” ucap Soo mencoba bangun dari tidurnya seraya memegangi kepalanya. Dirabanya ponsel-nya yang tergeletak di atas nakas di sebelah ranjang tempat tidurnya. Terlihat ada 2 missed call dari Siwon –Oppa-. Ponselnya kembali berbunyi, segera Soo menekan tombol hijau pada layar i-phone-nya.

 

 

“Yeoboseyo…”

 

 

“Sooyoung-ah neo gwaenchana? Kenapa dari tadi kau tak mengangkat teleponmu?” tanya Siwon sarkastik.

 

 

“Gwaenchana Oppa.. Oiya, ada apa Oppa menelponku?”

 

 

“Aishh… kau ini lupa apa bagaimana.. hari ini kau harus check up..”

 

 

“Ah~ hampir aku lupa.. baiklah aku akan segera ke sana Oppa…”

 

 

Flip. Sambungan telepon pun terputus. Segera Soo beranjak ke kamar mandi. Tetapi sebelum itu, Soo menatap sebuah bingkai foto yang berukuran mini yang terduduk manis di atas meja riasnya. Dalam foto itu ada 2 foto bersama orang yang paling Soo sayangi di dunia ini, yang semalaman tadi dipeluknya.

 

 

“Eomma… Appa… bisakah Soo sembuh?” lirihnya.

 

 

“Kyu.. tahukah kau? Kau adalah motivasiku selama ini, tapi kenapa perlakuanmu berubah sekarang.. Hal yang paling aku takuti adalah aku tidak bisa melihat wajahmu lagi.. Namun, sekarang hal itu telah terjadi.. Kau pergi dariku.. Aku takut Kyu.. sangat takut..”

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo melangkahkan kaki jenjangnya menelusuri tepi danau. Soo menghembuskan nafas beratnya seraya memegangi kedua matanya.

 

 

“Huh.. ternyata aku benar-benar lemah, aku mulai pesimis dan aku juga tidak yakin atas jalan yang ku ambil. Ini baru permulaan tapi kenapa semua telah menjadi menyakitkan seperti ini” batin Soo.

 

 

Soo berjongkok di sana sembari mengambil beberapa batu kecil lalu melemparkannya pada genangan air danau yang mulai terusik. Kemudian Soo melirik tas selempang yang Ia bawa dan mengambil sesuatu yang berada di dalamnya.

 

 

“Kalian terlihat sangat menyeramkan. Apa kalian bisa membuatku sehat seperti dulu?” gumam Soo sambil menatap beberapa obat dari rumah sakit itu.

 

 

“Tapi siapa yang sekarang mengharapkanku untuk sembuh. Bahkan, orang yang selama ini menjadi motivasiku pun pergi meninggalkanku. Aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini” ucap Soo kemudian memasukkan obat-obat itu kembali ke dalam tasnya.

 

 

Soo mulai beranjak ingin meninggalkan tepi danau ini, tapi mata Soo menangkap sosok yang sangat Ia kenali. Kyu dan Seo. Mereka tampak bahagia. Menyusuri tepi danau.. Kyu merangkul bahu Seo, sedangkan Seo melingkarkan tangannya pada pinggang Kyu. Semuanya sudah berbanding terbalik. Dulu Soo bisa meneriakkan pada semua orang kalau Kyu adalah miliknya seorang dan takkan pernah melepaskannya. Tapi lidah Soo menjadi terasa kelu. Kyu sendiri yang meninggalkan Soo, dia tak menginginkan Soo lagi.

 

 

Dua insan itu terus berjalan lalu tiba-tiba Kyu seperti berbisik di telinga Seo dan membuat keduanya tertawa bahagia. Perlahan mereka berhenti, menatap satu sama lain dan entah siapa yang memulai yang jelas bibir mereka sudah bertautan. Air mata Soo sudah tak bisa lagi Ia tahan lebih lama.

 

 

“Kalian berhasil! Kalian sangat berhasil membuatku hancur! Kenapa kalian tidak menghancurkanku saja sejak dulu” batin Soo kemudian beranjak pergi sambil menahan genangan air di matanya..

 

 

“Arggh..” tiba-tiba Soo meringis kesakitan di bagian daerah perutnya.

 

 

“Kumohon jangan sekarang..” mohon Soo pada penyakitnya ini. Soo berjalan dengan gontai meninggalkan tepi danau itu.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo berubah sekarang. Ia tampak lebih pendiam dan pemurung. Selain kuliah dia hanya mengurung diri dalam kamar bahkan Ia memilih untuk menonaktifkan ponselnya. Menangis mungkin hal yang sering Soo lakukan akhir-akhir ini. Matanya terlihat cekung ditambah dengan lingkaran hitam yang menandakan adanya luka kepedihan yang Ia pendam.

 

 

Soo melangkah pada koridor kampus tanpa memperdulikan beberapa orang yang mencibirnya. Soo sekarang mulai dikucilkan di kampusnya.

 

 

“Kasihan ya dia, dicampakkan oleh Kyu. Dia memang tidak pantas berdampingan dengan Kyu” ucap salah seorang diantara mereka. Soo mulai memasuki ruangannya, tapi tanpa sengaja Soo menabrak seorang yeoja. Wajahnya terlihat tegang dan tangannya meremas cardigan yang Soo gunakan. Yeoja yang Soo tabrak hanya berdecak kesal lalu pergi.

 

 

Setelah beberapa lama terdiam, Soo segera menuju mejanya lalu menangkupkan wajahnya di meja. Air mata kembali mengalir di pipinya.

 

 

Kenapa hidup begitu kejam padaku?

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Selama dosen Kim mengajar di kelas, Kyu tak bisa konsentrasi pada pelajarannya. Mata dan pikirannya tersita pada yeoja yang duduk agak jauh darinya. That’s Right… Kyu masih terus menatap Soo. Soo juga tidak serius pada pelajarannya. Bahkan Soo lebih terlihat seperti mayat hidup sekarang dan keadaan itu berlangsung selama dua minggu.

 

 

“Apakah semua ini karenaku?” batin Kyu yang merasa tidak tenang. Bahkan saat orang tua Soo meninggal dua tahun yang lalu, Soo hanya menangis selama seminggu dan minggu berikutnya Ia kembali menjadi yeoja yang ceria dan manja.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Waktu mengajar dosen Kim telah berakhir. Kyu melihat Soo beranjak dari tempat duduknya. Kyu bertanya mau kemana Soo akan pergi.

 

 

“Oppa, ayo kita ke kantin” ajak Seo membuyarkan perhatian Kyu pada Soo. Kyu hanya tersenyum menanggapi ajakan Seo.

 

 

Jus orange segar kini telah membasahi tenggorokan Kyu yang sejak tadi terasa kering. Pandangan Kyu tertuju pada Soo yang sedang membawa nampan berisi pesanannya. Soo sedang mencari tempat kosong untuk dia duduki. Kyu melirik tempat kosong yang berada di sebelahnya, namun Kyu tak mungkin menyuruh Soo untuk duduk di sebelahnya. Terlalu banyak yang tidak menyukainya di sini seperti Seo dan teman-temannya.

 

 

Soo menghela nafasnya ketika menemukan tempat yang bisa Ia duduki tapi pada saat akan menuju tempat itu, Ia menabrak seorang yeoja. Kyu hafal betul sikap Soo, Soo pasti akan meminta maaf berulang-ulang. Tetapi yeoja itu malah membentak Soo. Semua orang yang berada di kantin langsung mengalihkan pandangan mereka pada sumber keributan. Yeoja itu kini telah menumpahkan jus strawberry yang ada pada nampan Soo di kepala Soo sendiri. Kyu menjadi geram melihat semua itu.

 

 

“Oppa, gwaenchana?” tanya Seo. Kyu hanya tersenyum menanggapi Seo dan mengalihkan kembali pandangannya pada Soo, yang kini telah terduduk dengan tatapan kosong dengan jus yang masih membasahi rambutnya. Kyu benci melihat sikap lemah Soo dan sikapnya yang selalu bergantung pada orang lain seperti halnya bagaimana dia selalu bergantung pada Kyu.

 

 

“Oppa, kajja kita kembali ke kelas” Seo menarik lengan Kyu. Dengan terpaksa Kyu menuruti kemauan Seo, meskipun pikirannya masih terfokus pada Soo.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Dosen telah mengajar lebih dari setengah jam namun Soo belum menampakkan batang hidungnya juga. Dan benar saja. Soo masih berada di kantin dengan posisi yang masih sama seperti tadi.

 

 

“Kenapa kau masih di sini? Lihat rambut dan bajumu basah.. Kau terlihat seperti orang bodoh..” ucap Kyu langsung mengambil tisu untuk membersihkan rambut Soo. Tiba-tiba Soo bangkit dan menatap Kyu. Wajahnya terlihat sangat pucat namun Ia tetap memaksakan diri tersenyum pada Kyu.

 

 

“Kau tak perlu khawatir. Aku baik-baik saja. Aku tidak akan merepotkanmu lagi.” Soo mengambil tas selempangnya lalu beranjak pergi.

 

 

“Apakah kau Soo yang kukenal?” tanya Kyu dalam hatinya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo terus berjalan kearah gerbang kampus. Soo berusaha menahan tangisnya sepanjang Ia berjalan.

 

 

“Kenapa kau seolah memberi harapan untukku Kyu. Tak puaskah kau sudah menghancurkanku” batin Soo.

 

 

Soo berniat untuk pulang tetapi dirasakannya tangan Soo ditarik oleh seseorang.

 

 

“Siwon Oppa..” gumamnya. Siwon melihat Soo dari atas ke bawah dengan tatapan tak percaya.

 

 

“Youngie, neo gwaenchana?” tanyanya khawatir. Soo hanya mengangguk kecil.

 

 

“Aishh.. aku mencarimu kemana-mana. Kenapa kamu tidak datang untuk check up? Bagaimana keadaanmu sekarang?”

 

 

Soo hanya menunduk lemas.

 

 

“Aku tidak punya harapan lagi Oppa. Penyakit ini semakin membuatku lemah. Dan penglihatanku juga sering menghilang tiba-tiba. Aku takut Oppa..” jelas Soo.

 

 

Itulah hal yang Soo takuti. Sakit yang Ia derita juga mengganggu fungsi saraf yang lainnya. Seperti contoh penglihatannya yang secara tiba-tiba menjadi tidak jelas. Sehingga Ia sering menabrak orang yang berpapasan dengannya, seperti yang di kelas atapun yang di kantin. Dirasakannya Siwon memeluk Soo. Mencoba menenangkan jiwa Soo yang mulai putus asa.

 

 

“Tenang Soo Young-ah, semua akan baik-baik saja, ne?” ujar Siwon dengan senyum manisnya pada Soo. “Kajja kita ke rumah sakit untuk check up, aku ingin tahu perkembanganmu”

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Tanpa mereka sadari, ada someone yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan. Orang itu adalah Kyu. Kyu mengepalkan tangan dan rahangnya ikut mengeras. Jelas sekali Ia sedang menahan emosinya.

 

 

“Aku tidak salah kan Soo? Kau sendiri yang membuatku membencimu..” gumam Kyu.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Siwon mematikan senter kecilnya dan segera membantu Soo untuk duduk.

 

 

“Bagaimana Oppa?” Siwon duduk lalu menghela nafasnya panjang sedangkan Soo masih terduduk di pinggiran tempat tidur rumah sakit.

 

 

“Apa akhir-akhir ini kau tidak minum obat yang Oppa berikan?” Soo menggeleng pelan membuat Siwon kembali menghembuskan nafas beratnya.

 

 

“Penyakitmu bertambah parah Young-ie. Obat-obatan yang Oppa kasih sudah tak ada gunanya lagi. Jalan satu-satunya adalah operasi, tapi kita harus menunggu sampai adanya pendonor yang cocok untukmu” jelas Siwon.

 

 

“Mendapatkan pendonor itu tidak mudah Oppa” seru Soo pada Siwon. Kini Soo mulai menangis, Siwon yang melihat itu langsung bangkit dan berdiri di hadapan Soo.

 

 

“Walaupun tidak mudah, kita pasti akan mendapatkannya. Ingat Tuhan itu sangat baik, Dia pasti akan memberikan jalan keluar terbaik di setiap masalah yang hamba-Nya alami. Asalkan kita tetap setia pada-Nya. Kau optimis dan percaya pertolongan Tuhan kan?”

 

 

“Ne, Oppa aku percaya, cuman aku masih tidak tahu apakah aku bisa sembuh atau tidak. Dan kenapa aku juga harus sembuh? Tidak ada lagi orang yang mengharapkanku untuk sembuh. Bahkan orang yang ku anggap sebagai motivasiku untuk sembuh pun meninggalkanku”

 

 

“Yak! Jangan mengatakan itu lagi, arra? Aku sangat ingin kau sembuh” ujar Siwon. Mereka terdiam beberapa saat.

 

 

“Sooyoung-ah, sejak pertama kali aku bertemu denganmu. Kau mengingatkanku pada adik kecilku. Kalian begitu mirip” jelas Siwon.

 

 

“Lalu adik Oppa di mana sekarang?”

 

 

Siwon tersenyum kecil karena Soo tertarik dengan ceritanya.

 

 

“Dia sudah di surga” jawab Siwon yang sontak membuat Soo kaget.

 

 

“Dia sakit, sama sepertimu. Beberapa tahun yang lalu belum ada perawatan yang lebih modern dibanding sekarang. Ia sangat terpukul dan dia juga seperti tak punya harapan hingga akhirnya ia depresi. Kau tahu? Cita-citanya adalah seorang designer terkenal tapi dia malah kena cobaan seperti ini. Keadaannya semakin hari semakin memburuk. Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi hingga akhirnya dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Dan setelah itu aku bertekad untuk menjadi dokter spesialis penyakit ini” jelas Siwon panjang lebar dan Soo kembali tertunduk.

 

 

“Aku berharap sekali kau bisa sembuh. Orang tuamu pasti menginginkan dirimu sembuh dan Kyuhyunmu pasti begitu. Apa kau telah memberitahunya?”

 

 

“Aku tidak bisa memberitahunya Oppa” terlihat sekali dari raut wajah Soo kalau dia sedang putus asa.

 

 

Choi Sooyoung, yeoja manja ini di diagnose menderita penyakit Kanker hati. Kini penyakitnya telah mencapai stadium akhir. Penyakit ini secara perlahan merusak sistem kerja hati dan secara perlahan juga mulai menyerang sistem saraf lainnya. Antisipasi yang bisa dilakukan adalah operasi transplantasi hati dan mencari pendonor yang cocok bukanlah hal yang mudah.

 

 

Soo kini sudah pasrah, Ia tidak yakin dan tidak mau banyak berharap. Berharap hanya akan membuatnya bertambah sakit. Penyakit ini sudah lebih dari cukup. Soo tak tahu sampai kapan Ia bisa bertahan menghadapi semuanya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo tetap menjalani hidupnya yang menyedihkan ini seperti biasa. Pola hidupnya semakin memburuk dan penyakit ini pun bertambah parah. Bagaimana Soo bisa memiliki semangat hidup? Sedangkan yang menjadi tontonannya sehari-hari adalah kemesraan orang yang selama ini menjadi motivasi Soo untuk bertahan. Soo mengerti jika tidak mungkin juga Kyu mau berlama-lama dengan yeoja penyakitan seperti Soo. Tapi setidaknya tak bisakah Kyu bersikap lembut pada Soo tanpa harus menyakitinya.

 

 

Soo hendak menuju bangkunya tetapi Soo tiba-tiba tersungkur di lantai bukan karena penglihatannya yang tiba-tiba menghilang namun akibat juluran kaki yang salah seorang yeoja di kelas Soo. Soo heran kenapa mereka begitu kejam padanya? Pernahkan Soo berbuat salah pada mereka?

 

 

Soo menatap tajam kearah yeoja itu. Soo benar-benar muak dengan semua perilaku mereka. Soo sedikit senang, karena yeoja itu terlihat takut padanya. Mereka tidak berani bersuara apapun di depan Soo. Lama Soo berdiri di sana Ia sembari menahan emosinya, melihat wajah takut mereka. Soo menghela nafas panjang lalu beranjak menuju bangkunya.

 

 

“Dia terlihat sangat menakutkan..” bisik yeoja lain yang duduk di sebelah yeoja tadi. Soo mengalihkan pandangannya ke arah lain dan sialnya tatapannya bertemu dengan tatapan Kyu yang juga sedang menatap Soo. Soo tak mengerti arti tatapan itu. Tanpa ambil pusing, Soo kembali menundukkan kepalanya…

 

 

“Kyu.. jeongmal bogoshipo..” lirih Soo.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

“Aissh.. Aku benci sekali kalau hujan deras begini. Membuat basah dan tidak bebas” ucap Kyu yang kemudian memilih untuk menaiki motornya dan segera pulang. Saat sudah di gerbang, Kyu melihat sosok yang sedang berdiri di halte. Segera Kyu menghampirinya.

 

 

“Ayo pulang!” seru Kyu. Soo terlihat terkejut lalu menatap takut-takut. Kyu menatap wajah Soo yang semakin terlihat kurus dan pucat. “Kau kenapa?” batin Kyu.

 

 

“Aku tidak langsung pulang. Aku ingin mampir ke suatu tempat” ujar Soo pelan.

 

 

“Ya sudah.. akan  ku antar. Kau mau kemana?” tanya Kyu lagi.

 

 

“Seoul Hospital” jawab Soo pelan.

 

 

“Wae? Kau sakit?”

 

 

“Aku hanya ingin menemui seseorang” ujar Soo. Kyu hanya berdecak kesal.

 

 

“Ayo naik!” seru Kyu dan kali ini jauh dari kata-kata ramah. Kyu memacu motornya dengan kecepatan sedang. Perlahan hujan mulai berhenti. Kyu melirik Soo lewat kaca spion. Kyu berdehem pelan. Dan benar dugaan Kyu, sedari tadi Soo melamun.

 

 

“Sudah sampai” ujar Kyu dan Soo mengangguk kecil.

 

 

“Gomawo” ucap Soo seraya menyerahkan kembali helm Kyu yang tadi Ia pakai. Soo langsung berlari kecil menuju loby rumah sakit. Kyu melihat seorang namja yang Ia lihat tempo hari bersama Soo tampak sumringah melihat kedatangan Soo dan langsung memeluknya. Tetapi Kyu heran melihat namja itu mengenakan jas putih yang menandakan kalau namja itu seorang dokter.

 

 

“Sejak kapan Soo punya kenalan dokter? Dan apalagi mereka sangat akrab.. Aishh!” rancau Kyu.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Akhir-akhir ini sering kali hujan. Soo tak menyukai hujan. Untungnya hujan kali ini hanya gerimis, kalau deras pasti Soo sudah basah kuyup sekarang karena Ia sedang berteduh di bawah pohon rindang di tepi danau. Ponsel Soo berbunyi dan Soo segera membuka pesan yang masuk.

 

 

From : Siwon Oppa

Sooyoung-ah hari ini pemeriksaannya akan dimulai. Oppa berharap hasilnya cocok, kamu semangat ne?

 

 

Soo memasukkan ponselnya ke dalam tas. Kemarin Siwon memberitahunya bahwa ada seorang pendonor yang bersedia mendonorkan hatinya. Soo sendiri tak tahu bagaimana perkembangan penyakitnya. Dan Soo mengira pasti Ia sudah tidak ada harapan lagi. Seperti biasa Soo selalu mengunjungi danau ini. Karena di tempat inilah banyak tersimpan banyak kenangan manis tentang dirinya bersama Kyu. Soo ingin merekam semua yang penting baginya pada ingatannya. Soo takut kalau suatu hari nanti Ia tidak bisa merasakannya kembali.

 

 

“Aww..!” Soo meringis kesakitan merasakan seperti sesuatu yang tajan sedang menusuk bagian lambungnya. Soo baru ingat jika sejak kemarin Ia membiarkan perutnya kosong tanpa adanya makanan. Rasanya sangat sakit.

 

 

“Waeyo?” Soo mengangkat kepalanya kearah sumber suara yang tiba-tiba muncul. Terlihat raut wajah khawatir pada wajahnya.

 

 

“Appo…” lirih Soo.

 

 

“Kau tidak makan kan?” tanya namja itu. Dia segera menyuruh Soo untuk naik ke atas punggungnya. Namja ini begitu mengerti Soo, tapi kenapa dia tiba-tiba membenci Soo?

 

 

Namja itu membawa Soo ke apartementnya, karena apartemennya yang dekat dengan danau itu. Setelah membaringkan Soo di tempat tidur, dia langsung menarik laci mejanya dan mengambil obat maag dari situ dan pergi keluar mengambil air putih.

 

 

“Bisakah waktu berhenti sekarang? Aku ingin lebih lama berada di sampingnya” batin Soo.

 

 

Soo membuka matanya pelan walaupun kepalanya masih terasa sangat pening, ternyata Soo tertidur setelah makan bubur dan minum obat. Matanya beralih pada pintu kamar mandi yang terbuka, walaupun mata Soo tidak begitu jelas melihat, Ia bisa mengenali sosok itu. Kyuhyun. Yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos v-neck dan celana pendek hitam. Kyu melemparkan handuk yang tadi Ia pegang ke atas sofa. Tanpa melirik Soo, Kyu merebahkan dirinya di kasur sebelah Soo dan tidur membelakangi Soo sambil menutup dirinya dengan selimut.

 

 

“Gomawo” ujar Soo dan tidak ada sahutan dari Kyu. Soo tahu bahwa Kyu belum tidur. Soo bingung. Bagaimana Ia membuka obrolan ini dengan Kyu. Soo sangat merindukannya.

 

 

Kyu tetap tak bergeming. Pandangannya hanya menatap lurus ke depan.

 

 

“Kyu apakah kau bahagia bersama Seo?” tanya Soo setelah diam beberapa lama.

 

 

“Aku tidak tahu Soo. Aku mengaguminya sejak lama tapi saat dekat dengannya aku sendiri tidak jelas dengan perasaanku” batin Kyu.

 

 

“Bahagia, wae?”

 

 

“Ani, hanya saja jika kau benar-benar bahagia aku akan merelakanmu” ujar Soo. Kyu membalikkan tubuhnya menghadap Soo, yang kini tenang menyandarkan punggungnya pada dinding ranjang.

 

 

“Lalu apa kau bahagia?” tanya Kyu.

 

 

“Kau tahu sendiri kan hal apa saja yang bisa membuatku bahagia, kenapa bertanya?” tatapan Soo masih lurus ke depan. Kyu tahu, bahwa Kyu adalah salah satu hal yang bisa membuat Soo bahagia, selain orang tuannya. Kyu menghela nafasnya dan hendak menutup mata.

 

 

“Seandainya aku punya permintaan terakhir apa kau mau mengabulkannya?” kini Kyu beralih menatap Soo. Kyu menatap Soo dengan tatapan seolah bertanya apa maksudnya dengan permintaan terakhir.

 

 

“Apa permintaanmu?” tanya Kyu.

 

 

“Kumohon jadilah namjachingu-ku dua hari saja..” sontak membuat Kyu kaget dan bangun.

 

 

“Kenapa harus itu?” tolak Kyu.

 

 

“Jadi kau tidak mau? Aku janji setelah itu, aku tidak akan mengganggu kehidupanmu bersama Seo, apalagi muncul dihadapanmu”

 

 

Lama Kyu berfikir. Mungkin tidak ada salahnya jika Kyu menerima permintaan Soo ini. Soo kembali menghela nafasnya dan hendak merebahkan diri kembali untuk tidur. Namun, tangannya tiba-tiba di pegang oleh Kyu.

 

 

“Dua hari saja tidak lebih” tegas Kyu. Soo menunjukkan senyuman manisnya dan memeluk Kyu. Entah sudah berapa lama Kyu tidak merasakan pelukan hangat dari Soo. Tak dapat di pungkiri juga Kyu merindukan pelukan dan ocehan yeoja manja ini. Soo yang bilang sendiri kalau pelukan Kyu seperti pelukan Appa-nya.

 

 

“Gomawo” ujar Soo dan Kyu mengangguk.

 

 

“Kajja, kita sebaiknya tidur ini sudah malam” Kyu merebahkan dirinya dan disusul oleh Soo. Kyu merasakan pergelangan tangannya di genggam erat.

 

 

“Wae?” tanya Kyu.

 

 

“Biarkan aku menatap wajahmu. Kau tidur saja” ujar Soo.

 

 

“Aish.. kenapa dia aneh sekali” batin Kyu, tanpa ambil pusing Kyu langsung tertidur.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Pagi ini begitu cerah. Tak seperti hari-hari sebelumnya. Soo tersenyum sembari menarik-narik tangan Kyu yang berjalan santai dengan memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya.

 

 

“Kenapa buru-buru? Toh nanti juga sampai” tanya Kyu.

 

 

“Aku tak ingin membuang-buang waktuku sedikitpun” jawab Soo. Kini mereka sedang berjalan-jalan di sekolah lama mereka, Inha Senior High School. Masih banyak tempat-tempat yang ingin Soo kunjungi, seraya mengingat moment apa saja yang pernah terjadi dulu.

 

 

Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman yang penuh dengan bunga krisan, walaupun bunga ini nampak seperti rumput, bunga ini tetap terlihat Indah. Kyu mengeluarkan kameranya dan mengambil foto Soo yang sedang berdiri di tengah-tengah bunga krisan. Kyu tersenyum kecil melihat wajah bahagia Soo, sudah berapa lama Kyu tak melihat senyuman itu.

 

 

Tiba-tiba Soo tersungkur ke tanah dan Kyu langsung menghampirinya. Soo menutup matanya erat-erat.

 

 

“Sooyoung-ah, gwaenchana?” tanya Kyu cemas. Soo membuka matanya perlahan dan menatap Kyu sejenak lalu memeluk Kyu.

 

 

“Sepertinya kau kelelahan, ayo kita pulang!” ajak Kyu dan dibalas anggukan lemah dari Soo. Soo menguatkan pegangannya pada leher Kyu, mereka berjalan melintasi taman krisan.

 

 

“Aku berat?” tanya Soo.

 

 

“Mana mungkin kau berat, kau lihat sekarang tubuh kurusmu ini yang tak ada isinya sama sekali” seru Kyu.

 

 

“Aigoo, kau mengejekku tuan Cho..” gerutu Soo.

 

 

“Itulah faktanya Nyonya Cho” balas Kyu. Mereka terdiam sejenak. Begitulah panggilan kesayangan mereka (dulu). Soo berharap jika suatu saat nanti Soo bisa berdampingan bersama Kyu di altar. Kyu terlihat gugup, Ia menjadi salah tingkah.

 

 

“Besok kita jalan-jalan lagi, ne?” tanya Soo seraya tersenyum kecut dan ingin mencairkan suasana yang mendadak canggung.

 

 

“Besok kita ada kuliah” jawab Kyu.

 

 

“Libur saja sehari” pinta Soo pada Kyu seraya menampakkan wajah aegyo-nya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo terduduk di depan televise tanpa fokus pada acara yang sedang Ia tonton. Mala mini adalah malam terakhirnya menjadi yeojachingu Kyu. Dua hari memang sangatlah singkat. Setelah tadi siang Kyu dan Soo jalan-jalan di Lotte World. Soo merasakan senang dan sedih secara bersamaan. Akan tetapi Soo masih bersyukur, setidaknya Ia masih bisa merasakan arti dari sebuah kebahagiaan.

 

 

Kyu datang dari arah dapur sambil membawa dua cangkir cappuccino. Dilihatnya Soo yang sedang melamun. Kyu mengambil posisi di samping Soo dan sukses mengejutkan Soo.

 

 

“Kau selalu melamun ya?” ujar Kyu. Soo tersenyum tipis lalu menyandarkan kepalanya di pundak Kyu. Soo merasa begitu lelah dan dia sangat butuh istirahat.

 

 

“Sooyoung-ah, kalau kau mau tidur di kamar saja” ucap Kyu yang hanya di jawab gelengan kepala Soo.

 

 

“Kyu.. aku sangat merindukan orang tuaku” ucap Soo.

 

 

“Aku sangat merindukan mereka, sampai-sampai aku tak dapat lagi menahan rasa rinduku lagi. Aku sangat ingin bertemu dengan mereka” ujar Soo yang sontak membuat Kyu melepas pelukkannya. Dilihatnya Soo yang mulai menangis.

 

 

“Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku tidak suka” seru Kyu. Soo tersenyum tipis lalu beranjak dari sana.

 

 

“Aku ingin bertemu mereka” gumam Soo pelan tapi masih bisa didengar oleh Kyu. Kyu memejamkan matanya perlahan. Jantungnya berdegup sangat kencang.

 

 

“Semua akan baik-baik saja kan?” yakin Kyu dalam hatinya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Tidak terasa dua hari begitu cepat berlalu. Soo menghembuskan nafas beratnya. Bagaimana pun juga Ia harus menepati janjinya pada Kyu. Soo meringis saat seseorang mencekal pergelangan tangannya.

 

 

“Seohyun-ssi, appo” ringis Soo. Seo mendorong tubuh Soo ke dinding dan membuat Soo kembali meringis.

 

 

“Apa kau tidak tahu malu?” cibir Seo.

 

 

“Meminta namjachingu-ku supaya bersama denganmu selama dua hari. Kau benar-benar tidak tahu malu yaa!” seru Seo. Mata Seo sama sekali tidak menampakkan rasa belas kasihan melihat Soo yang sudah mulai menangis.

 

 

“Jangan pernah dekati Kyuhyun lagi!!” tegas Seo seraya mendorong kembali Soo ke dinding. Soo merosot ke lantai sambil menangis terisak. Soo merasa tidak tahan dengan semua ini, kenapa cobaan yang Ia alami begitu berat.

 

 

“Eomma.. Appa.. Soo sudah capek..” isak Soo.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Kyu memapah Soo menuju ruang kesehatan. Tadi Soo merasa pusing sehingga dosen Kim menyuruh Kyu mengantarkan Soo. Kyu membaringkannya di ranjang ruang kesehatan.

 

 

“Sakit?” tanya Kyu dan Soo menggeleng.

 

 

“Cuma pusing saja” lirih Soo.

 

 

“Gomawo.. Lebih baik kau kembali saja..” ujar Soo.

 

 

“Aku keluar dan meninggalkan yeoja lemah seperti dirimu sendirian? Itu tidak akan pernah terjadi” seru Kyu.

 

 

“Kau perlu obat atau semacamnya?” tanya Kyu. Soo menggeleng, karena Ia hanya merasa perlu istirahat sebentar. Soo mulai memejamkan matanya dan berharap keadaan bisa lebih baik setelahnya.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Soo mengerjap matanya pelan lalu melirik jam yang melingkar pada tangannya, ternyata Ia telah tertidur selama setengah jam. Diliriknya Kyu yang duduk di sofa yang sedang membaca buku.

 

 

“Kyu, kau tidak masuk?” tanya Soo seraya bangun dan buru-buru dibantu oleh Kyu. Soo terkesikap saat Kyu berada di depannya, nafas Kyu menerpa wajah Soo. Entah dapat dorongan dari mana Kyu mulai mendekatkan wajahnya pada Soo. Dan akhirnya Kyu mengecup bibir merah Soo singkat. Matanya Soo terbelalak kaget. Tapi Soo juga tak menunjukkan penolakan. Karena tak bisa dipungkiri juga, Soo sangat merindukan Kyu. Kyu berhenti ketika menyadari bibir Soo bergetar.

 

 

“Mianhae..” ucap Kyu yang menjadi salah tingkah. Soo tak bisa berkata-kata dan lebih memilih untuk berlari keluar. Kyu masih terdiam melihat Soo pergi.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Sudah empat hari Soo tidak masuk kuliah. Keadaannya kini semakin melemah setelah Siwon Oppa memberitahunya bahwa hati yang akan didonorkan pada Soo tidak cocok. Meskipun Soo tidak berharap banyak, tapi tetap saja berita itu membuatnya down. Semuany menjadi sia-sia, Soo yakin bahwa Ia sudah tidak ada harapan lagi.

 

 

Hari ini Soo kembali melangkahkan kakinya pada halaman kampusnya.

 

 

“Aku harus kuat menjalani sisa hidupku ini. Aku tak boleh menyia-nyiakannya. Kau pasti bisa Sooyoung” ucap Soo menyemangati dirinya sendiri.

 

 

——

 

 

“Akhirnya aku bisa melihatnya lagi” batin Kyu senang melihat kedatangan Soo. Sejak kejadian di ruang kesehatan itu, Soo tak menampakkan dirinya di kampus selama empat hari. Kyu sangat khawatir dan ingin menjenguknya di rumahnya. Namun, ego Kyu masih terlalu besar untuk ke sana. Kyu melihat semakin lama wajah Soo terlihat makin kurus dan pucat, segera Kyu menghampirinya.

 

 

“Sooyoung-ah..” panggil Kyu saat kuliah telah selesai. Kyu merasa lebih leluasa. Soo menatap Kyu datar.

 

 

“Wae..yo…” jawab Soo. Suaranya bergetar. Baru saja ketika Kyu hendak menempelkan punggung tanganya pada kening Soo, sekedar untuk memastikan kalau dirinya baik-baik saja, lengan Kyu ditarik oleh seseorang secara tiba-tiba.

 

 

“Seohyun…” gumam Kyu terkejut.

 

 

“Yak! Yeoja manja! Sudah berapa kali keperingatkan apa kata-kataku selama ini kurang jelas?!” seru Seo seraya mendorong bahu Soo.

 

 

“Seohyun!” seru Kyu terkejut.

 

 

“Wae?!” seru Seo pada Kyu. Seo terlihat sangat marah.

 

 

——

 

 

“Bisakah kalian berhenti bertengkar? Aku pusing sekaligus takut” lirih Soo yang sepertinya tidak begitu terdengar oleh Kyu dan juga Seo. Penglihatan Soo sudah mulai buram. Soo mengerjap matanya pelan, namun tak memberikan perubahan. Akhirnya Soo mulai bangkit dan Soo mulai meninggalkan kampus dengan meraba-raba pada dinding. Soo mulai menangis, Ia sangat takut. Soo mencoba mencari nomor Siwon diponselnya tapi tidak Ia temukan. Tangannya bergetar hebat hingga ponselnya terjatuh.

 

 

Soo telah berada di luar kampus. Soo harus segera ke rumah sakit sekarang. Namun, sakit di dadanya kembali terasa. Soo tidak bisa menahannya lagi hingga semuanya menjadi gelap seketika.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Kyu masih bertengkar hebat dengan Seo. Kyu tak menyangka yeoja yang selama ini Ia kagumi, hatinya tak secantik wajahnya. Dia begitu jahat pada Soo. Saat Kyu masih bertengkar dengan Seo, datang seseorang dari jauh dengan nafas yang tersengal-sengal.

 

 

“Apakah kau Kyuhyun?” tanya orang itu.

 

 

“Ne, wae?”

 

 

“Sooyoung tiba-tiba pingsan di trotoar depan kampus. Kau harus ke rumah sakit sekarang Kyuhyun-ssi”

 

 

“Mwo?!” Kyu terkejut dan ingin segera pergi ke rumah sakit, namun lengannya dicegah oleh Seo.

 

 

“CUKUP SEOHYUN !” bentak Kyu pada Seo. Kyu sudah muak dengan sikap egois Seo. Air mata Seo mulai turun. Kyu mencoba untuk menetralkan emosinya.

 

 

“Seohyun-ah, tolong jangan seperti ini!” pinta Kyu. Setelah Seo tenang, Kyu kembali melenggang pergi.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Air mata Kyu turun secara perlahan saat melihat tubuh Soo yang dipakaikan beberapa alat medis. Wajahnya begitu pucat. Sudah empat jam Kyu menunggu di depan UGD dan sekarang Ia diperbolehkan masuk.

 

 

“Soo sebenarnya kau kenapa?” tangan Kyu kini telah menggenggam sebelah tangan Soo. Dirasakannya tangan Soo mulai bergerak sedikit demi sedikit.

 

 

“Kyu..” ujar Soo lemah seraya membuka matanya.

 

 

“Uljima ne…” Soo mengangkat tangannya dan segera Kyu mendekatkan wajahnya. Di hapusnya air mata Kyu oleh Soo.

 

 

“Kenapa melihatmu seperti ini sangat membuatku sakit Soo. Sungguh aku tak sanggup” batin Kyu.

 

 

“Yeoja bodoh! Kenapa tiba-tiba pingsan. Kau tahu? Aku sangat khawatir” seru Kyu di sela tangisnya. Soo tersenyum kecil menanggapi ucapan Kyu.

 

 

“Kyu.. jeongmal saranghae” ucap Soo lirih dan kini Soo kembali memejamkan matanya.

 

 

“Sooyoung-ah! Choi Sooyoung!” seru Kyu takut.

 

 

“Kau akan hidup bahagia kan?” tanya Soo pelan dan kembali membuka matanya. Hatiku Kyu sedikit lega. Kyu mengeratkan pegangan tangannya pada Soo yang berada di pipi Kyu.

 

 

“Aku tidak tahu” jawab Kyu.

 

 

“Kau harus bahagia! Aku telah mengorbankan perasaanku demi kebahagianmu, arra!” ujar Soo lemah. Kyu menatap mata sendu Soo lagi.

 

 

“Saranghae” ujar Soo lagi.

 

 

“Nado saranghae” ujar Kyu lalu mencium kening Soo begitu lama seraya menyalurkan kasih saying yang Kyu punya untuk Soo.

 

 

“Gomawo, atas semua yang telah kau berikan Kyu” Soo tersenyum pelan. Hati Kyu sakit melihat Soo seperti ini. Kyu terkejut melihat pada alat pereaksi jantung yang mulai lurus.

 

 

“Sooyoung-ah! Choi Sooyoung! Andwaee…!” Kyu menggoncang-goncang tubuh Soo pelan tapi tak ada respon sama sekali.

 

 

“Yak! Choi Sooyoung, berhentilah main-main. Aku sedang tidak ingin bercanda. Jebal Ireona!” seru Kyu yang mulai frustasi dan garis itu kini benar-benar lurus dan alat itu juga mengeluarkan suara yang sangat memekakan telinga.

 

 

“Sooyoung-ah, kenapa kau benar-benar pergi?” lirih Kyu dalam tangisnya.

 

 

“Sooyoung-ah, mianhae..”

 

 

—This Is My Regret—

 

 

Suasana yang mendung kini ikut menyelimuti suasana kelam nan sunyi tempat peristirahatan terakhir para manusia. Ingin sekali Kyu menangis sekeras mungkin yang Kyu bisa.

 

 

“Apakah kau yang bernama Kyuhyun?” Siwon bertanya pada Kyu. Kyu mengangguk pelan.

 

 

“Mianhae” ucap Siwon pelan.

 

 

“Aku sudah berjanji akan menyembuhkannya. Namun, ternyata aku gagal”

 

 

Kini Kyu menatap dengan tatapan penuh tanya pada Siwon.

 

 

“Maksud dokter apa? Memangnya Soo sakit apa?”

 

 

“Ternyata benar dugaanku, Ia tidak memberitahumu tentang penyakitnya. Dia menderita Kanker hati dan itu telah mencapai stadium akhir” jelas Siwon pada Kyu.

 

 

—This Is My Regret—

 

 

“Kenapa kau begitu bodoh Sooyoung-ah? Kenapa aku bisa mengenal gadis bodoh seperti dirimu? Dan aku? Kau membuatku seperti orang paling jahat sedunia. Aku adalah orang yang paling selalu melindungimu dan aku pula yang banyak menyakitimu” rancau Kyu.

 

 

“Kau jahat Cho Kyuhyun!” hati Kyu terus meneriakkan kalimat itu.

 

 

“Bagaimana bisa aku membiarkannya menanggung rasa sakit sendirian” Kyu terus menyesali perbuatannya. Kini Kyu memutar knop pintu apartemen Soo. Wangi tubuh Soo masih tertinggal di kamarnya. Kyu terus berjalan menuju meja belajar Soo yang dindingnya di penuhi oleh foto mereka berdua.

 

 

“Sejak kapan Ia menempel ini semua?” tanya Kyu. Di meja Soo juga terdapat sebuah bingkai foto berukuran mini yang terdapat fotonya bersama kedua orang tuannya. Kyu begitu bersalah pada orang tua Soo, karena tidak bisa menjaga putri mereka dengan baik sesuai dengan amanat mereka. Kyu membungkukkan badannya memberi hormat.

 

 

Mata Kyu beralih pada buku biru yang pada sampulnya ditempelkan foto Kyu dan foto kedua orang tua Soo. Pada halaman pertama terdapat foto Kyu dan Soo saat mereka masih di Senior High School. Kyu membaca halaman demi halaman goresan tinta yang Soo buat pada buku harian itu. Ternyata Kyu salah besar. Yeoja yang selama ini Ia anggap lemah, ternyata seorang yeoja yang kuat dan tegar.

 

 

“Jeongmal mianhae Young-ie” lirih Kyu.

 

 

—This Is My Regret—

 

Eomma.. Appa.. apa kalian tahu? Aku seperti tidak punya semangat hidup lagi. Aku terjebak begitu dalam pada kegelapan ini. Satu-satunya alasan aku bertahan adalah Kyu. Dialah cahayaku selama ini. Apakah dia masih mau menjadi cahayaku?

 

—This Is My Regret—

 

Dia menyakitiku eomma.. Aku sangat takut melihat wajahnya ketika marah.. Apa eomma tahu sebenarnya letak kesalahan Soo dimana? Soo tidak tahu eomma. Kenapa dia tiba-tiba membenciku? Dia sangat jahat eomma..

 

 

—This Is My Regret—

 

My Love just can’t seem to reach you

 

Just as much as the amount of tears that flowed

 

it’s still far away to go

 

I Have to forget you, I miss you so much

 

Even if you never know how much it hurts, I will forget

 

 

—This Is My Regret—

 

Kegelapan itu mulai datang eomma.. dan cahaya ku pun kini telah padam. Aku benar-benar sendiri kini. Setiap malam kuhabiskan waktuku hanya untuk memandangnya saja. Kurasa aku ini mulai gila, aku sangat takut suatu hari nanti aku tak bisa melihatnya lagi.

 

 

—This Is My Regret—

 

Eomma.. Appa…

Entah kenapa hari-hariku kini sangat berat. Aku lelah sangat lelah. Aku juga sangat merindukan kalian. Sampai-sampai aku tak bisa menahan rasa rinduku lagi. Seketika aku terbayang saat eomma dan appa berada di samping kanan dan kiriku ketika aku berulang tahun yang ke 17. Kalian memeluk dan mencium kedua pipiku hangat.

Eomma.. Appa..

Bolehkah aku ke tempat kalian? Aku sungguh sangat merindukan kalian. Aku ingin bahagia bersama kalian.

Kyuhyun-ah, maaf mungkin selama ini aku terlalu banyak merepotkanmu. Nan neomu neomu saranghae Kyuhyun-ah..

 

<<Sooyoung’s Driary>>

 

 

____END____

 

 

Bagimana readers?

Bagi yang telah membaca harap RCL yaa… Jangan jadi SIDERS…

Komen dan like kalian jadi semangat buat author untuk membuat FF lain lagi dan Melanjutkan FF Can You See Me part 6…

 

Gomawo Readers^^

19 thoughts on “[FF] This Is My Regret

  1. sedih amat sih…chingu sbnar’a knight atw wires sih ko’ cerita’a slalu soo yg disakiti atw dicampakan…knp slalu kyu mesra2’an mulu ma seo bukan soo…jadi bingung diriku

  2. Rara-ssi !!! Comment dulu yaaaaa hehehe takut lupa =)) waaa sad ending? Smga aku nangis yaa trbawa emosi (º̩̩́⌒º̩̩̀) ㅋㅋㅋ kayanya readersmu yg commentnya paling gak penting tuh gua yaa wkwkkw (‾▽‾)♉

  3. Akhr.a, stlah dri tdi siang gk bsa bka inet skrg bsa jg..
    Feel.a dpet bget ma ni ff.. Ksian deh ma Soo yg sllu tersiksa, disiksa, korban penyiksaan, de el el..
    Ad Seokyu momen nyelip, biarlah.. Nmbah feel.. Feel amarah mksd.a..
    Next ff ya!!

  4. Aduhhh baru ketemu nie blog authornya,,
    hikz,,sedih bgt baca nya,,
    tisu bertebaran dmn”,,lebay
    kehilangan org yg kita syg memang sangat menyakitkan,,daebak chinggu,,aq suka sad ending,,bikin hati bergetar,,;(

  5. bener2 bikin aku nangis TT^TT
    kehidupan soo bener2 berat. andai kyu tau penyakit soo & gak salah paham, mgkn soo msh ada semangat hidup
    sbnrnya gak sanggup nerusin baca pas udh d tengah2 cerita & berhubung udh mulai nangis, tp krn sikap kyu jd agak baik lg sm soo tdnya smpt berharap dia sembuh & sadnya cm di tengah2, tp malah author bikin aku makin nangis X-(
    lain kali happy ya buat OS 😦

  6. sedih bgt…. Sumpah nyesekin dada. Nangis sayah bcanya…hiks”
    Minta sequelny dunk tp ms kyu ma hantu??? Scr soo kan dah mati…huaaaa pgn sequel

  7. johae…
    daebak..
    feel ny dpt fan kata2 ny jg bgs..
    soo skt dan kyu gk tau..
    kyu kira soo selingkuh?
    kyu kejam amat ma soo..
    kyu ninggalin soo dan jadian ma seo..
    tapi kyu ttp khawatir ma soo..
    soo pergi ninggalin kyu bt selama2 ny..
    terharu baca ny..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s