[SERIES] Good Doctor (Kyuyoung Version) Part 5

Title                 : [SERIES] Good Doctor (Kyuyoung Version) Part 5

Length             : Series

Rating             : PG

Genre              : Medical, Romance, Melodrama, Family

Author             : Shin Ra Rin [@EzraSari]

Cast                 : – Cho Kyuhyun, – Choi Sooyoung, – Choi Siwon, – Tiffany Hwang, and many more

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version) Part 5 Start-

 

Saat Dr. Choi Siwon menjalani masa skorsingnya dan pergi berlibur dengan Tiffany, RS Seongwon kedatangan seorang pasien anak bernama Min Hee. Min Hee sakit parah, ia menderita Intususepsi, ada bagian usus kecil terselip ke bagian usus yang lain dan ini sangat berbahaya. Sooyoung tidak punya pilihan kecuali melakukan operasi meskipun tidak disetujui Chief Go. Chief Go tahu kalau tidak ada harapan lagi untuk Min Hee dan ia tidak ingin dituntut oleh orang tua pasien jika gagal. Sooyoung tidak mau tahu dan tetap melakukan operasi. Siwon tahu soal ini dan bergegas kembali ke RS.

 

Sooyoung dan tim melakukan apapun yang mereka bisa untuk menyelamatkan nyawa Min Hee tapi akhirnya sia-sia. Min Hee terkena serangan jantung dan tidak tertolong lagi. Saat itulah Siwon tiba dan masuk ke ruang operasi. Sooyoung masih belum bisa menerima kepergian Min Hee, ia terus mencoba melakukan CPR dengan alat pacu jantung maupun manual. Kyuhyun gemetaran, ia tidak kuat berdiri dan jatuh di sudut ruang operasi. Sooyoung masih terus melakukan CPR.

 

Sooyoung : “Bertahanlah.. sedikit lagi, sedikit lagi saja.” Tapi Min Hee sudah benar-benar telah pergi.

 

Donghae menahan tangan Sooyoung : “Senior.. berhentilah..” Tapi Sooyoung justru marah. Ia teriak minta diambilkan alat pacu jantung.

 

Siwon akhirnya minta Donghae menjahit kembali Min Hee dan menemui walinya untuk mengabarkan berita duka ini. Tapi Sooyoung tidak mau menyerahkan Min Hee.

 

Sooyoung : “Kumohon, tunggu sebentar lagi!” Siwon membentak Donghae. Donghae berusaha mengambil alih Min Hee tapi Sooyoung membentaknya : “Tidak!”

 

Siwon : “Aku minta semua dokter yang bisa menerima kenyataan untuk keluar dari ruangan ini, termasuk dokter anestesi dan kepala perawat OR.”

 

Siwon mengamati Sooyoung yang masih melakukan CPR dan Kyuhyun yang seperti akan pingsan di sudut ruangan. Siwon mengerti, kalau keduanya trauma berat. Siwon hanya menghela nafas. Sampai akhirnya Sooyoung mulai berhenti dan menyadari kenyataan bahwa Min Hee memang sudah meninggal. Setelah melihat Sooyoung akhirnya tenang, Siwon lalu berjalan keluar.

 

Sooyoung memanggil Kyuhyun dan memintanya menjahit kembali Min Hee, lalu mengembalikan Min Hee ke UGD. Sooyoung keluar dengan terhuyung. Sooyoung jalan dengan pandangan blank. Ia harus menemui orang tua Min Hee.

 

Orang tua Min Hee langsung lari mendekati Sooyoung, dengan wajah tegang.

 

Ibu Min Hee : “Dokter..?”

 

Sooyoung menunduk : “Saya terlambat. Sudah terlambat.” Ayah-Ibu Min Hee shock dan langsung menangis sedih. Lalu Ibu Min Hee mulai marah-marah dan menyalahkan Sooyoung.

 

Ibu Min Hee : “Bagaimana kau bisa dengan mudahnya mengatakan kalau putri kami sudah meninggal? Kenapa kau membiarkannya meninggal? KENAPA?? Kalau kau membedahnya, seharusnya kau menyelamatkan dirinya. Kenapa kau tidak melakukan itu? Apa kalian pantas disebut dokter? Apa kau pantas disebut dokter setelah membunuh orang?!” Ibu Min Hee menarik baju Sooyoung dengan marah.

 

Siwon lari dan melepaskan tangan Ibu Min Hee.

 

Siwon : “Nyonya tenanglah. Kami sudah melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan.”

 

Ibu Min Hee teriak pedih : “Anakku meninggal! Aku bilang…anakku meninggal..!!” Sooyoung menangis tanpa suara.

 

Siwon : “Saya mengerti kalau kalian sedih, tapi itu bukan salah Dokter ini. Saat anak itu tiba di RS, kondisinya sudah sangat parah.”

 

Ayah Min Hee marah : “Aku akan menuntut semua dokter karena masalah ini.” Orang tua Min Hee hanya bisa menangis dan marah.

 

Ibu Min Hee teriak-teriak : “Min Hee-ah.. Min Hee-ah.. maafkan ibu nak, Ibu bersalah padamu.” Sooyoung menunduk dan jalan pergi. Ia kelihatan sangat terpukul. Siwon mengamati punggung Sooyoung yang semakin menjauh.

 

Kyuhyun juga gemetaran dan tidak bisa menjahit Min Hee kembali. Untung Donghae kembali dan mengambil benang di tangan Kyuhyun.

 

Donghae : “Sini biar aku saja yang mengurusnya.” Kyuhyun mengamati baju Min Hee di ruang ganti dokter. Sooyoung menyelesaikan laporan penyebab kematian Min Hee dan sebagainya.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Siwon menemui Chief Go.

 

Chief Go marah-marah : “Itulah mengapa seharusnya kita memindahkannya ke RS lain.”

 

Siwon marah : “Memindahkan?! Itu artinya sengaja membiarkan pasien meninggal di jalan!”

 

Chief Go berusaha menjelaskan : “Apa kau tidak tahu kalau kasus ini bisa menyebabkan masalah besar? Orang tua anak itu jelas akan menuntut pihak RS dengan tuduhan malpraktek!”

 

Siwon : “Jadi, apa kita harus menolak pasien karena kita takut mendapatkan tuntutan? Dr. Sooyoung sudah melakukan yang terbaik dan tidak melakukan kesalahan.”

 

Chief Go : “Ini membuatku frustrasi, sekarang siapa yang mau mendengarku? Apa kau pikir orang tua anak itu akan mengerti?”

 

Siwon : “Apa ini sebabnya, sehingga anda melimpahkan operasi ini pada orang yang belum pernah memimpin pembedahan?”

 

Chief Go : “Melimpahkan? Aku sama sekali tidak menyetujui pembedahan itu! Choi Sooyoung.. dia yang melakukannya sendiri.”

 

Siwon membentak Chief Go : “Melakukan operasi dengan memilih-milih pasien? Apa itu yang seharusnya dilakukan oleh dokter?”

 

Chief Go juga marah : “Dasar brengsek. Beraninya kau.. bagaimana kau bisa mengatakan itu?” Siwon tidak bisa tidak berpikir seperti itu.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kyuhyun menjahit baju Min Hee dengan serius. Siwon masuk ruangan dokter dan melihatnya.

 

Siwon : “Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun terkejut dan berdiri, ia kelihatan takut.

 

Kyuhyun menjelaskan : “Saya menjahit baju Min Hee.”

 

Siwon : “Kenapa kau menjahit baju itu?”

 

Kyuhyun : “Saat Min Hee kembali ke Surga.. ia akan malu kalau memakai baju seperti ini.” (Baju robek, bekas guntingan saat akan dioperasi.)

 

Siwon marah dan merampas baju itu dari tangan Kyuhyun.

 

Siwon : “Kematian itu tidak berarti orang itu akan pergi kesatu tempat, tapi artinya seorang yang dulunya hidup sekarang sudah kehilangan nyawanya.”

 

Kyuhyun menggeleng : “Tidak, kelinci dan kakakku juga ada disana.”

 

Siwon dengan dingin mengatakan kebenaran menyakitkan pada Kyuhyun : “Kita tidak bisa menyelamatkan pasien dan pasien itu meninggal. Itu yang sebenarnya. Apa yang kau lakukan saat ini jelas bukan untuk kebaikan Min Hee. Itu hanya tindakan egois untuk menghibur dirimu sendiri.”

 

Kyuhyun : “Tidak, saya melakukannya untuk Min Hee.”

 

Siwon membentaknya : “Kalau kau memang ingin melakukan sesuatu untuknya, maka kau seharusnya menyelamatkan nyawanya! Meskipun aku tidak menganggapmu sebagai dokter, jika kau seorang dokter, maka seharusnya kau tidak boleh bicara seperti ini!” Siwon terlihat sedih.

 

Siwon : “Kehilangan anggota keluarga dan kematiannya yang seharusnya tidak perlu terjadi.. itu adalah luka yang akan tetap dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan. Dan meskipun ditutupi oleh perbuatan dan kata-kata yang baik, luka itu tidak akan pernah hilang. Selamanya.”

 

Kyuhyun menggeleng : “Tidak. Surga itu ada.”

 

Siwon menghela nafas : “Baiklah, percayalah kalau kau mau. Dan jangan lupa kalau kepercayaan itu membuatmu semakin konyol.” Siwon melempar baju Min Hee dan pergi. (Kyuhyun benar kalau itu soal rohani atau roh Min Hee, tapi maksud Siwon ini soal jasmani dan jiwa Min Hee, kenyataannya Min Hee tidak bernafas lagi.)

 

Kyuhyun mengamti baju Min Hee dan berpikir : “Aku tahu orang-orang selalu mencemoohku, aku mengalaminya sejak kecil. jadi.. tidak apa-apa.”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Orang tua Min Hee masuk ke kamar mayat dan menangisi putri mereka. Kyuhyun berdiri di luar kamar mayat, dan tangannya gemetaran.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Seperti biasa, Woo Il Kyu menyalahkan Kyuhyun untuk masalah ini.

 

Woo Il Kyu : “Kalau Cho Kyuhyun ikut campur, pasti semuanya jadi kacau.”

 

Tapi Donghae langsung menegurnya dengan tajam : “Jangan sembarangan menyalahkan orang, kalau kejadian ini memang kesalahan Cho Kyuhyun langsung, ia bisa mengerti, tapi Kyuhyun tidak ada hubungannya dengan insiden meninggalnya pasien dan aku minta kau berhati-hati.”

 

Sooyoung masuk dan mengusir mereka semua : “Apa kalian tidak ada pekerjaan?” Semua dokter pergi kecuali Donghae. Sooyoung duduk dan makan roti. Tapi jelas terlihat Sooyoung masih terpukul. Sooyoung minta Donghae mengecek kondisi perut bayi Dong Soo. Donghae mengerti, ia kelihatan mencemaskan Sooyoung. Donghae hanya tersenyum dan segera pergi ke NICU.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Siwon pergi menghadap Direktur Park.

 

Siwon : “Saya mohon agar Direktur menunda skorsing saya, saya akan menjalani hukuman kalau waktunya lebih tepat.”

 

Direktur Park setuju : “Aku juga yakin anggota dewan akan setuju. Aku merasa sedih atas insiden ini, kalau saja setiap RS memiliki bagian anak.”

 

Siwon : “Meskipun punya, RS itu tetap tidak akan bisa menanganinya. Meskipun mereka bisa menangani kasus darurat anak-anak, dokter yang ada hanya dokter residen tahun pertama. Tidak ada cara lain kecuali menolak pasien.”

 

Direktur Park : “Apa Dr. Sooyoung baik-baik saja?” Siwon membungkuk.

 

Direktur Park mengerti : “Ini pasti sulit baginya. Kehilangan pasien pada operasi pertamanya. Ini akan menjadi luka yang sangat besar.”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Siwon berbicara lewat telepon. Siwon masih harus menghadapi kekesalan Tiffany.

 

Tiffany : “Aku tidak suka ditinggal begitu saja di villa. Aku tidak mengerti kenapa Oppa harus kembali ke RS lagi, bukankah Dr. Sooyoung yang bertanggung jawab untuk operasinya, Dr. Sooyoung yang harus mengurusnya. Lagipula Oppa juga  masih kena skorsing.”

 

Siwon : “Skorsingku ditunda untuk waktu yang lebih tepat.” Tiffany terkejut dan tampak marah.

 

Siwon berkata akan mengirim sopir untuk menjemput Tiffany. Tiffany kesal dan mengakhiri pembicaraan.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kyuhyun masih terus duduk di depan kamar mayat. Dr. Donghae, Dr. Hong Gil Nam, dan Dr. Woo Il Kyu mengelilinginya.

 

Donghae membujuk Kyuhyun : “Bangunlah Dokter Cho, kau tidak boleh seperti ini terus.”

 

Woo Il Kyu kesal : “Kau sukanya hanya cari perhatian terus.” Donghae geram dan melihat marah pada Il Kyu. Kyuhyun tetap tidak mau pergi meskipun Donghae membujuknya untuk makan. Dr. Hong mendapat panggilan dari UGD.

 

Dr. Hong : “Sunbae, ada anak kecil umurnya 8thn yang sakit perut sejak 3 hari yang lalu dan demam sejak pagi ini. Perut kanan bawahnya sakit jika disentuh. Hitungan WBC 12000 dan CRP-nya 3.” [Tanda-tanda infeksi : WBC = jumlah sel darah putih, CRP-C reaktif protein (tanda-tanda peradangan]

 

Donghae mengerti, ia berkata harus segera ke UGD dan minta Kyuhyun segera berdiri dari situ. Ketiganya pun pergi. Kyuhyun duduk sendiri di depan kamar mayat.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Para perawat membicarakan Sooyoung, mereka kasihan pada Sooyoung karena pasti sangat terpukul dengan insiden ini meskipun Sooyoung kelihatannya tidak apa-apa. Chief/Kepala Perawat Nam langsung menegur anak buahnya.

 

Chief Nam : “Bagaimana kalian tahu pikiran orang begitu baik? Apa kalian pikir perasaan orang itu sama seperti kulit? Apa kalian pikir itu jelas seperti mendapatkan memar atau pendarahan?” kedua perawat itu langsung terdiam.

 

 

Siwon kembali bekerja. Ia memeriksa dan memberi petunjuk pada para Dokter residen. Hanya Kyuhyun dan Sooyoung yang tidak ada.

 

Siwon : “Dimana dr. Sooyoung?”

 

Woo Il Kyu : “Saya belum memberitahunya”

 

Siwon : “Kenapa?”

 

Woo Il Kyu : “I..tu…itu…”sambil melihat kea rah Donghae.

 

Donghae : “Saya sengaja tidak mengajaknya karena saya pikir dr. Sooyoung perlu waktu untuk istirahat.”

 

Siwon : “Aku tidak suka, ini bukan keputusanmu.” Donghae langsung membungkuk dan minta maaf.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung jalan ke arah kamar mayat dan melihat Kyuhyun masih duduk didepan kamar itu.

 

Sooyoung heran : “Apa yang kau lakukan disini?”

 

Kyuhyun : “Aku selalu ada di sisi mereka, saat kelinci dan kakakku meninggal, aku juga harus terus ada di samping mereka, meskipun di sini menakutkan dan sepi tapi aku tidak suka jika memikirkan mereka akan sendirian di kamar itu.”

 

Sooyoung duduk disamping Kyuhyun.

 

Sooyoung : “Aku tidak suka kalau kau mulai bertingkah seperti anak-anak lagi.”

 

Kyuhyun : “Apa kau juga tidak percaya bahwa surga itu ada? Seperti Prof Cho Siwon.”

 

Sooyoung membenarkan : “Aku memang tidak percaya. Surga hanya ada di pikiran orang-orang, bagi anak-anak, hidup adalah seperti surga, dicintai oleh orang tua mereka, bermain dengan teman-teman mereka. Kita sudah merampas surga Min Hee.”

 

Kyuhyun tidak setuju : “Min Hee pasti akan berterima kasih padamu. Saat aku masih tugas magang di Chuncheon, aku melihat saat dokter menolak melakukan operasi, tapi kau adalah orang pertama yang melakukannya.”

 

Kyuhyun mengutip kata-kata Direktur Park : “Merawat pasien itu penting, tapi memberikan kesempatan pada pasien untuk hidup itu juga penting.”

 

Pertahanan Sooyoung mulai runtuh dan sesuatu yang bening pun membasahi pipinya.

 

Sooyoung : “Kesempatan? kita bahkan tidak memiliki kesempatan itu! Kalau saja mereka datang lebih cepat.. kita dapat menyelamatkannya. Jika aku punya satu jam lagi, Min Hee pasti dapat diselamatkan. Ketika jantungnya berhenti, kupikir jantungku juga berhenti. Aku tidak bisa melakukan apapun. Sekarang, kurasa aku tidak akan bisa melupakan wajah Min Hee. Saat aku memegang scalpel, aku akan selalu memikirkan Min Hee. Apa yang harus kulakukan sekarang?” Sooyoung menangis putus asa.  Kyuhyun terus berkata kalau Min Hee pasti sangat berterima kasih pada Sooyoung. Sooyoung terus saja menangis.

 

Kyuhyun ragu-ragu sejenak, lalu mengulurkan tangannya ke arah Sooyoung, seperti ingin menepuk bahunya dan menenangkan Sooyoung. Tapi tangan Kyuhyun tertahan di udara dan sebelum bisa menyentuh Sooyoung, ponsel Sooyoung berdering. Kyuhyun menarik tangannya kembali.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Siwon yang memanggil Sooyoung. Ada pembedahan kecil untuk kasus usus buntu. Siwon menegur Sooyoung yang datang 5 menit lebih lambat. Sooyoung minta maaf.

 

Siwon mengatakan kasusnya : “Anak usia 8thn yang sakit usus buntu. Aku minta kau mempelajari data pasien dan bersiap memimpin operasi. Aku sedang diskors saat ini, jadi tidak bisa melakukan operasi. Kau akan memimpin dibawah pengawasanku.”

 

Sooyoung terkejut : “Profesor, apa anda tidak keterlaluan? Saya tahu anda ingin saya berkembang dan bermental kuat sebagai dokter bedah, tapi saya tidak suka dengan cara ini.”

 

Siwon tidak peduli : “Kenyataan-nya kau memang lemah. Kau mau melakukannya atau tidak? Kalau kau tidak mau pun tidak akan ada hukuman, jadi katakan saja padaku.” Sooyoung tidak segera menjawab.

 

Siwon menghela nafas : “Apa kau ingin membunuh pasien itu dengan mengulur-ulur waktu? Hhh.. Lupakan saja aku akan minta Chief Go melakukannya.” Siwon lalu pergi.

 

Sooyoung : “Saya akan melakukannya!”

 

Sooyoung masuk ke ruang operasi dan berkata akan memimpin operasinya. Donghae dan semuanya terkejut. Tapi mereka berusaha bersikap wajar dan mulai membantu Sooyoung. Sooyoung sempat melotot tajam ke arah Siwon, lalu jalan ke meja operasi. Sooyoung minta scalpel. Ia menghela nafas dan mulai melakukan irisan pertama. Siwon berdiri di ruang atas ruang operasi dan mengamati semuanya. Sooyoung mulai menjalankan operasi.

 

Kyuhyun masih duduk di depan kamar mayat Min Hee.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Chief Go menemui Kang Hyun Tae untuk menunjukkan petisi yang ditandatangani para orang tua pasien.

 

Chief Go : “Apa anda tahu dimana Cho Kyuhyun saat ini? Dia sedang meringkuk di depan kamar mayat. Dengan kondisi mental seperti itu, dia tidak akan bisa bertahan. Para wali pasien juga tahu hal itu.”

 

Kang Hyun Tae : “Orang tua pasien yang memberikan tanda tangan jumlahnya lebih tinggi dari yang saya pikir.”

 

Chief Go dengan bangga membenarkan : “Aku juga sudah mengirimnya ke Yayasan RS.”

 

Kang Hyun Tae menyesalkan tindakan Chief Go : “Kenapa anda tidak mengatakan soal ini pada saya sebelumnya?”

 

Chief Go hanya ketawa : “Aku sibuk soalnya akhir-akhir ini, jadi saya mohon anda bisa mengerti.”

 

Kang Hyun Tae : “Apa anda pikir hanya dengan petisi ini, anda bisa menendang Cho Kyuhyun dan Direktur?”

 

Chief Go ketawa : “Tentu saja. Ia yakin 100%.” Kang Hyun Tae tersenyum tipis, tapi tidak jelas ia setuju atau tidak dengan sikap Chief Go ini.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Direktur Park Jung Soo makan siang bersama Presdir Kim Taeyeon di cafetaria RS.

 

Presdir Kim : “Ada soal petisi yang berisi keluhan para orang tua pasien tentang Dokter Cho Kyuhyun. Petisi ini sudah masuk ke Yayasan.” Direktur Park terkejut mendengar ini.

 

Presdir Kim : “Singkatnya petisi itu menyatakan bahwa Dr. Cho Kyuhyun tidak memenuhi syarat sebagai dokter.”

 

Direktur Park : “Kalau mereka ingin mengajukan keluhan, seharusnya langsung ke RS. Tapi kenapa mereka langsung ke Yayasan?”

 

Presdir Kim : “Apa kau tidak mengerti? Ada yang memanipulasi mereka. Kalau dipikir, tidak ada orang tua pasien yang akan melayangkan surat keluhan langsung ke Yayasan.” Direktur Park hanya merasa bersalah pada Presdir Kim karena memberikan masalah yang tidak perlu.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung masih menjalankan operasi tapi ia terlalu lama melakukannya. Siwon tidak sabar dan bicara lewat interkom.

 

Siwon : “Dr. Sooyoung, kau terlalu lama melakukannya, tidak ada banyak infeksi dan seharusnya bisa langsung diselesaikan dengan hanya 2 atau 3 langkah saja, ini bukan kasus yang sulit, tapi kenapa kau begitu lama mengerjakannya?”

 

Sooyoung tidak peduli dan terus menyelesaikan operasinya dengan hati-hati. Dr. Donghae juga tetap konsentrasi dan membantu Sooyoung, sudah hampir selesai. Akhirnya Sooyoung menyelesaikan operasinya.

 

Donghae memujinya : “Operasinya berjalan lancar.” Sooyoung minta Donghae menjahit kembali irisannya. Sebelum keluar dari ruang OR, Sooyoung melotot marah ke arah Siwon.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung makan siang bersama Donghae di Cafetaria RS. Donghae melihat tangan Sooyoung gemetaran.

 

Donghae : “Sunbae, kau tidak perlu melakukan operasi malam ini kalau tiba-tiba ada kasus darurat. Katakan saja pada Profesor.”

 

Sooyoung : “Aku baik-baik saja, kau tidak perlu cemas. Apa Kyuhyun masih disana?” Donghae membenarkan. Sooyoung tidak menyelesaikan makan-nya dan pergi lebih dulu. Ia mendapat panggilan dari Perawat Kim.

 

Sebelum meninggalkan cafeteria, Sooyoung memanggil bibi yang kerja di cafetaria untuk minta bantuan.

 

 

Bibi itu pergi ke kamar mayat untuk mengantar makanan pada Kyuhyun. Ibu terkejut melihat dokter yang duduk di depannya. Ia shock sampai tangannya gemetaran.

 

Bibi : “Apa itu Kyuhyun-ie, putra kecilku?” Bibi itu tidak sanggup memberikan makanan dan berbalik pergi. Kyuhyun menoleh dan hanya melihat punggung bibi itu. Tapi perhatiannya teralih pada orang tua Min Hee yang akan membawa Min Hee.

 

Kyuhyun menemui orang tua Min Hee, ia membungkuk dan memberikan baju Min Hee pada mereka. Setelah itu Kyuhyun jalan pergi. Orang tua Min Hee menoleh ke arah Kyuhyun, lalu menangis lagi.

 

Ibu Kyuhyun menenangkan diri di sebuah sudut RS. Ia ingat kata-kata Sooyoung, bahwa ada seorang dokter dari bagian anak yang belum makan seharian dan minta tolong ibu Kyuhyun ini mengantarkan makanan. Ibu kyuhyun akhirnya kembali dengan mengenakan masker, tapi saat kembali Kyuhyun sudah tidak ada di depan kamar mayat.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung menyiapkan uang dalam amplop, ia ingin pergi ke rumah duka. Siwon masuk ke ruangan mereka dan melihatnya.

 

Siwon : “Untuk apa uang itu?” Sooyoung diam saja. Siwon melarang Sooyoung untuk pergi.

 

Sooyoung : “Saya tidak akan pergi kalau diadakan di tempat lain, tapi ini di ruang duka RS.”

 

Siwon : “Aku merasa itu tidak perlu karena kau sudah menunjukkan rasa penyesalanmu.”

 

Sooyoung : “Aku hanya menyesal sebagai dokter, tapi ini adalah penyesalan pribadiku.”

 

Siwon kesal : “Sejak kapan kau memisahkan antara pribadi dan dokter? Ku bilang kau tidak perlu pergi kesana.”

 

Sooyoung : “Saya akan pergi!”

 

Siwon marah : “Jangan pergi. Ini adalah perintah. Kalau kau berkeliaran di sekitar ruang duka, aku akan melarangmu mengikuti semua operasi selama sebulan!”

 

Percakapan mereka terpotong oleh Tiffany yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.

 

Tiffany : “Prof Choi Siwon.”

 

Sooyoung membungkuk pada Tiffany : “Apa kabar?”

 

Tiffany : “Aku dengar kau mengalami masa sulit hari ini. Wajahmu kelihatan tidak sehat, seharusnya kau mengambil waktu istirahat.”

 

Sooyoung : “Saya baik-baik saja.”

 

 

Siwon bicara dengan Tiffany diluar.

 

Tiffany : “Aku tidak ingin merepotkan sopir jadi aku ke sini naik taksi.”

 

Siwon : “Aku minta maaf sudah merusak rencana kita.”

 

Tiffany : “Aku mengerti. Kita bisa liburan lain waktu. Dr. Sooyoung tampak lebih cantik sekarang, dibanding saat masih kuliah kedokteran dulu. Kenapa Oppa keras sekali pada Dr. Sooyoung?”

 

Siwon : “Ini karena dia melakukan kesalahan, jadi harus dimarahi.”

 

Tiffany : “Aku merasa iri, aku tidak pernah dimarahi oleh Oppa seperti itu.”

 

Siwon tersenyum : “Itu karena kau tidak melakukan kesalahan.”

 

Tiffany bercanda : “Tidak, aku melakukan kesalahan. Bukankah itu artinya kau tidak memiliki ketertarikan apapun?” Siwon menghela nafas, ia kelihatan lelah.

 

Tapi Tiffany berkata dengan lebih serius : “Tidak ada perhatian yang lebih besar daripada marah atau merasa kesal. Aku minta Oppa tidak terlalu keras pada Dr. Sooyoung kalau ingin dia berkembang. Jika sikap Oppa seperti itu terus padanya, nanti akan menjadi kebiasaan.”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kyuhyun duduk di sebelah Soo Jung.

 

Soo Jung : “Aku merasa pernah melihat surga. Waktu di UGD dan saat aku hampir mati, aku merasa kesakitan tapi tiba-tiba tidak dan kemudian merasa nyaman. Aku melihat cahaya putih dan aku seperti melihat sayap malaikat.”

 

Kyuhyun serius mendengarkan perkataan Soo Jung.

 

Kyuhyun melongo : “Malaikat?”

 

Soo Jung melanjutkan : “Tapi ternyata itu hanya karena pengaruh obat. Mereka memberikan obat penahan sakit yang sangat kuat.” Kyuhyun tampak kecewa dan cemberut mendengarnya.

 

Soo Jung : “Kita bukan anak-anak lagi, kenapa kita harus mempercayai hal-hal seperti itu? Ini seperti Santa Claus. Santa Claus dan surga itu adalah hal yang sama. Orang-orang mengatakan kalau itu ada, tapi sebenarnya tidak.”

 

Tiba-tiba terdengar suara Ye Eun yang marah : “Kenapa tidak ada surga? Pasti ada!” Ye Eun menahan tangis dan pergi.

 

Soo Jung mengeluh : “Kenapa dia harus mendengar ini?” Soo Jung mengejar Ye Eun : “Hei..Ye eun-ah..!”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung tetap pergi ke rumah duka, ia masuk dan melihat foto Min Hee. Tapi saat akan masuk menemui orang tua Min Hee, Sooyoung tertegun. Sudah ada Siwon disana, ia membungkuk dan memberi penghormatan resmi pada Ayah-Ibu Min Hee.

 

Siwon : “Saya ikut berbelasungkawa atas nama Departemen Bedah Anak RS Seongwon. Saya minta maaf karena tidak bersikap lebih perhatian pada anda.”

 

Orang tua Min Hee : “Kami mengerti dan justru kami yang seharusnya minta maaf karena sikap tidak sopan kami sebelumnya. Sekarang kami sudah lebih tenang dan bisa berpikir jernih sekarang.”

 

Ibu Min Hee menangis : “Saya ingin Dokter menyampaikan penyesalan kami pada dokter wanita itu (Sooyoung), saya sudah tidak sopan padanya. Sejujurnya, saya sangat membenci dokter wanita itu sampai saat ini, karena saya pikir dialah yang membuat Min Hee meninggal.” Sooyoung mendengar ini dan menunduk.

 

Ibu Min Hee meneruskan : “Tapi kami salah paham, dokter itu sudah melakukan yang terbaik dan ia juga pasti sangat menderita seperti kami. Kami menyadarinya sekarang.” Siwon mengerti.

 

Ayah Min Hee menambahkan : “Kami juga ingin menyampaikan terima kasih pada dokter pria itu (Kyuhyun), yang duduk terus di kamar mayat, sehingga Min Hee kami tidak kesepian.” Keduanya menangis lagi.

 

Sooyoung menangis dan berbalik. Ia memutuskan tidak menemui mereka dan pergi setelah memberikan uang dukacita.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Ibu Kyuhyun, Oh Kyung Joo mengenakan masker dan membawa bungkusan makanan ke ruang dokter bedah anak. Sooyoung melihatnya, ia heran melihat bibi itu. Ny. Oh berbalik dan segera membuka maskernya.

 

Ny. Oh (Ibu Kyuhyun) : “Saya minta maaf karena tadi tidak bisa memenuhi permintaan dokter, jadi sekarang saya datang mengantar makanan untuk dokter itu.” Sooyoung menerima makanan dari Ny.Oh dan mengucapkan terima kasih.

 

Tapi Sooyoung heran : “Bagaimana bibi tahu kalau saya dari departemen bedah anak, saya tidak pernah mengatakannya pada bibi?” Ibu Kyuhyun tampak gugup dan berkata ia mencari tahu sendiri. Ny. Oh pergi, tapi berbalik dan berkata pada Sooyoung.

 

Ny. Oh tersenyum : “Dokter sepertinya adalah orang yang hangat dan bisa menjaga orang lain.” Sooyoung merasa malu dan menggelengkan kepala. Ny. Oh membungkuk pada Sooyoung lalu pergi.

 

 

Kyuhyun membuka tutup panci dan terpana melihat makanan di depannya.

 

Kyuhyun : “Sup bola-bola kentang! Tapi menu ini tidak ada di daftar menu kafetaria.” Sooyoung diam saja.

 

Kyuhyun mencicipinya dan semakin terkejut : “Rasanya mirip sekali dengan yang biasa saya makan saat saya masih kecil.” Sooyoung tersenyum melihatnya.

 

Kyuhyun : “Apa kau juga ingin mencicipinya?”

 

Sooyoung menggeleng : “Kau makan saja.” Kyuhyun mengerti dan langsung makan dengan lahap sekali.

 

Sooyoung : “Orang tua Min Hee ingin mengucapkan terima kasih padamu yang selalu ada di samping Min Hee.” Kyuhyun mengangguk sambil tetap makan.

 

Sooyoung : “Kalau hal seperti ini terjadi lagi, apa kau akan tetap melakukan hal yang sama?” Kyuhyun mengangguk sambil mengunyah.

 

Sooyoung : “Meskipun aku dan Prof Choi melarangmu?”

 

Kyuhyun berpikir sebentar lalu menjawab : “Ya. Hyung berkata kalau saya harus melakukannya jika saya mau. Orang yang bertahan dan bisa melewati semuanya adalah orang yang paling keren di dunia. Saya takut dengan dunia dan orang-orang, tapi saya merasa kuat kalau saya memikirkan Hyung saya.”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kang Hyun Tae makan di pojangmacha bersama seorang Presdir misterius.

 

Presdir : “Sudah lama aku tinggal di AS dan aku sangat merindukan makanan-makanan seperti ini. Aku sudah mendengar petisi tentang Kyuhyun yang disampaikan ibu-ibu, apa aku harus mengurusnya?”

 

Kang Hyun Tae : “Kalau anak baru itu (Kyuhyun) sebenarnya berbakat dan bisa menguntungkan RS.”

 

Presdir itu tertawa : “Aku percaya dengan penilaianmu. Akan ada sesuatu yang bagus di RS dalam satu-dua hari dan bisa membantu pekerjaanmu.”

 

 

Perawat Jo bertemu Kyuhyun, ia menyapa Kyuhyun dengan ramah dan memuji Kyuhyun, yang sudah mulai bersikap mirip dokter residen asli.

 

Perawat Jo : “Saya harap dokter akan terus tinggal sebagai residen di RS ini.”

 

Kyuhyun tersenyum sedikit : “Aku senang karena punya teman.” Ye Eun lewat sambil membawa infusnya.

 

Perawat Jo juga menyapanya dengan ceria : “Ah ini dia agashi kita.” Tapi Ye eun tampak murung dan jalan pergi. Perawat Jo dan Kyuhyun langsung mengikuti Ye Eun.

 

Ye Eun sedih, ia cerita soal mendiang ayahnya.

 

Ye Eun : “Saat aku masih kecil dan sakit, ayahku memberikan livernya untuk dicangkokkan ke tubuhku, lalu ayah sakit kanker hati dan ini membuat ayahku menderita.”

 

Perawat Jo jadi sedih : “Aigoo..kenapa kau cerita ini lagi?”

 

Ye Eun melanjutkan : “Setelah berjuang dengan susah payah melawan penyakitnya, ayahku akhirnya meninggal. Dia berkata tidak ada surga.”

 

Perawat Jo : “Siapa yang mengatakan soal itu?”

 

Ye Eun : “Soo Jung onnie.”

 

Perawat Jo mengeluh : “Anak kecil itu ..kenapa harus mengatakan hal tidak perlu seperti itu..”

 

Ye Eun : “Lalu kalau katanya tidak ada surga, kemana ayahku akan pergi?” Ye Eun menangis.

 

Perawat Jo dan Kyuhyun langsung menggeleng-geleng : “Surga itu ada.” Kyuhyun juga setuju. Tapi Ye Eun sudah terlanjur tidak percaya.

 

Ye Eun : “Tidak, Soo Jung onnie benar, tidak ada yang seperti itu, Santa Claus juga tidak ada.”

 

Kyuhyun jongkok di depan Ye Eun : “Apa kau mengingat wajah ayahmu?”

 

Ye Eun : “Ingat.”

 

Kyuhyun tanya lagi : “Saat kau main dengannya dan saat ayahmu membelikan hadiah untukmu?” Ye Eun mengiyakan.

 

Kyuhyun : “Kalau begitu, tidak apa-apa. Dalam dirimu ada pintu yang akan membawa ayahmu ke Surga.”

 

Kyuhyun mengangguk, ia mengepalkan tangan dan mengetuk dadanya : “Pintu. Tapi, kalau kau selalu menangis dan marah-marah, dan tidak mempercayai surga, pintu itu menghilang. Tapi kalau kau selalu memikirkan kenangan bahagia dengan ayahmu, dan selalu tersenyum, pintu yang besar akan muncul. Dari pintu ini, ayahmu yang sudah pergi ke surga akan mengunjungimu sesekali, seperti kelinciku dan hyungku juga sering mengunjungiku.”

 

Perawat Jo langsung menyanyi lagu Knocking on heaven’s door~~

 

Kyuhyun : “Orang yang mengatakan kalau mereka tidak percaya surga itu ada karena mereka tidak memiliki pintu ini.”

 

Ye Eun mulai ceria lagi : “Kalau aku berpikir seperti itu, aku jadi tiba-tiba merasa lebih baik.” Perawat Jo tersenyum senang.

 

Ye Eun mulai mengetuk dadanya : “Appa.. kau akan sering berkunjung kan?” Kyuhyun juga mengetuk pintu hatinya untuk mengenang kelinci dan kakaknya.

 

Perawat Jo ikut-ikutan : “Ibu.. apa kau sudah makan?”

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kyuhyun pergi ke rumah duka dan berdiri mengamati altar Min Hee.

 

Kyuhyun : “Aku sudah minta pada kelinci dan kakakku agar mereka mau main bersamamu. Mereka akan main bersamamu sehingga kau tidak merasa bosan.”

 

 

Kyuhyun melukis wajah Min Hee, kelinci, dan kakaknya di dinding apartemen rumahnya.

 

 

Siwon pulang, ia mengamati foto Sooyoung lalu tersenyum.

 

Sooyoung sibuk mengerjakan desertasinya dan teringat kata-kata Kyuhyun. Ponselnya berdering, dari Siwon.

 

Siwon : “Kau ada dimana saat ini?”

 

Sooyoung : “Aku dirumah sedang mengerjakan desertasiku.” Siwon minta Sooyoung keluar, ia sudah ada di depan apartemen Sooyoung. Sooyoung terkejut dan akhirnya keluar.

 

Siwon : “Apa kau masih marah padaku?”

 

Sooyoung : “Aku hanya merasa marah pada diriku sendiri. Karena bekerja tanpa perasaan selama 10 tahun ini. Saat ini, saya bukanlah seorang dokter yang merawat pasien sakit, tapi hanya teknisi. Saya mempertaruhkan nyawa saya demi bagian bedah anak, bukan pabrik bedah. Memberikan kesempatan hidup dan masa depan pada anak-anak, itu yang harus dilakukan bagian bedah anak.”

 

Siwon : “Dokter bedah yang memiliki pikiran seperti itu akan segera jatuh. Aku sering melihatnya.”

 

Sooyoung : “Saya mengatakan itu bukan karena saya merasa idealis, tapi karena saya merasa takut. Takut tidak mampu mempertahankan idealism saya. Ketakutan itu yang membuat dokter bedah menjadi lemah. Dan saya tidak akan seperti itu.”

 

Siwon tersenyum, ia kelihatan geli : “Kau seperti Cho Kyuhyun sekarang ini. Aku memperingatkanmu, tidak memiliki tanggung jawab dan emosi akan mempengaruhi penilaian klinis dokter bedah dan langsung membuatmu masuk ke dalam kesalahan.”

 

Sooyoung membela Kyuhyun : “Cho Kyuhyun tidak melakukan itu karena tidak memiliki tanggung jawab, saya juga salah paham kepadanya sejak awal.”

 

Terlihat Kyuhyun hampir menyelesaikan lukisan muralnya, tentang Min Hee, kelinci dan kakaknya di pintu surga.

 

Sooyoung : “Tapi Kyuhyun bukanlah robot. Saya mohon tolong bantulah dia agar tetap berada di bagian bedah anak.”

 

Siwon : “Soal itu bukan merupakan keputusanku.”

 

Sooyoung : “Saya yakin anda bisa mengusahakannya. Pengabaian yang terus menerus adalah suatu bentuk kekerasan. Dan saya tidak bisa membiarkannya.”

 

Siwon : “Aku tidak ingin kau membela Kyuhyun dan memberinya harapan palsu lagi, tidak peduli seperti apa kau membantunya, tidak ada yang akan berubah. Hasilnya akan tetap sama.”

 

Sooyoung jalan kembali ke apartemennya dan melihat Kyuhyun duduk di luar apartemen.

 

Sooyoung heran : “Kenapa kau belum tidur di saat seperti ini?”

 

Kyuhyun menoleh sekilas, lalu menjawab tanpa melihat Sooyoung : “Saya tidak bisa tidur. Bahkan saya sudah menghitung lebih dari 1785 ekor capung tapi tetap tidak bisa tidur.”

 

Sooyoung geli mendengarnya : “Apa aku boleh mampir sebentar ke apartemenmu?”

 

Kyuhyun berdiri dengan kaku saat Sooyoung masuk. Sooyoung langsung melihat lukisan mural Kyuhyun, ia kagum sekali.

 

Sooyoung : “Apa kau yang menggambar semua ini? Kau pintar menggambar.”

 

Sooyoung menyentuh gambar Min Hee : “Apa ini Min Hee?” Kyuhyun membenarkan.

 

Sooyoung melihat tangga ke arah pintu : “Dan ini.. adalah surga?”

 

Kyuhyun menggeleng : “Bukan.” Sooyoung menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun mengepalkan tangan dan menepuk dadanya. Sooyoung tidak mengerti. Kyuhyun bingung, ia mencoba menjelaskan lalu menyanyi, Knocking on Heaven’s Door.

 

Sooyoung tersenyum : “Ah, aku mengerti maksudmu.”

 

Kyuhyun mengacungkan jempol : “Anda memang pintar, Dokter.”

 

Sooyoung mendekat dan memeluk Kyuhyun : “Terima kasih, Cho Kyuhyun. Berkat dirimu, aku ini tidak hanya menjadi sekedar teknisi saja.” Kyuhyun tidak tahu bagaimana harus bereaksi, tapi ia tiba-tiba cegukan.

 

Kyuhyun : “Hik, hik…” (Cegukan)

 

Sooyoung melepaskan pelukannya : “Hei, kalau kau mendapatkan tamu, kau harus menyajikan sesuatu untuk dimakan. Cepat.” Kyuhyun mengangguk lalu segera jalan ke pantry. Sooyoung berbalik dan menatap lukisan kakak Kyuhyun yang seolah tersenyum kepadanya. Sooyoung juga tersenyum.

 

Keduanya duduk di luar sambil makan kimbap. Sooyoung ingin tahu bagaimana kakak Kyuhyun bisa meninggal dunia.

 

Kyuhyun : “Saat kami kecil, kami masuk ke bekas tambang dan tambangnya runtuh. Tapi hanya saya yang hidup.”

 

Sooyoung terkejut : “Begitu ya.”

 

Kyuhyun : “kakak meninggal karena diriku, karena aku takut sehingga kakak masuk ke tambang bersama denganku. Lalu tambang itu runtuh.”

 

Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan pembungkus scalpel hijaunya.

 

Sooyoung mengenalinya : “Ini mainan yang tanpa sengaja kubuang kan?”

 

Kyuhyun membenarkan : “Hyung memberikan ini pada saya saat saya ulang tahun sebelum dia pergi ke Surga. Meminta saya menjadi dokter apapun yang terjadi. Hyung menabung uang jajan-nya dan membelikan mainan perlengkapan dokter untuk saya. Jadi saya harus menepati janji saya, saya harus menjadi seorang dokter.”

 

Sooyoung menepuk bahu Kyuhyun : “Baiklah, apapun yang terjadi, kau harus menepati janji itu. Harus.” Kyuhyun mengangguk.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Paginya, Kyuhyun masih tidur. Tiba-tiba pintu apartemennya terbuka dan Sooyoung masuk ke rumah Kyuhyun dengan cueknya.

 

Sooyoung memanggilnya : “Ya! Dokter Cho Kyuhyun! Aku menekan bel beberapa kali dan kau masih tidur?” Kyuhyun masih belum bangun juga. Akhirnya Sooyoung memukul pantat Kyuhyun : “Hei!”

 

Kyuhyun bangun, lalu sadar dengan kehadiran Sooyoung. Kyuhyun jadi panik dan berusaha menutupi badannya dengan selimut.

 

Sooyoung geli melihatnya : “Aku sudah pernah melihat semuanya, buat apa kau menutupinya?” hahaha… Kyuhyun menoleh dan ia terkejut saat melihat jam.

 

Kyuhyun teriak : “Saya harus segera berangkat.”

 

Sooyoung mengingatkan Kyuhyun : “Ini hari Minggu. Minggu.” Kyuhyun baru ingat dan langsung duduk lagi. Sooyoung mau mengajak Kyuhyun jalan-jalan di Seoul.

 

Sooyoung : “Sejak tiba disini kau belum pernah main kan? Kau mau kemana? Apa kau mau nonton film? makan makanan enak? PC-bang?”

 

Sooyoung berdiri dan memberi batasan : “Aku hitung sampai 5, kau harus membuat keputusan.” Sooyoung mulai menghitung : “satu..”

 

Kyuhyun langsung menggoyangkan kaki, seperti anak kecil yang ingin segera memberikan jawaban..

 

Sooyoung : “Dua… tiga… empat…”

 

Kyuhyun akhirnya berseru : “Saya-saya-saya..saya ingin kesana..!”

 

 

Mereka pergi ke … Kebun binatang. Hore! Kyuhyun mirip anak kecil yang mengagumi semua hewan yang ada di sana. Kyuhyun bahkan mengenakan bando lucu dan mengamati harimau putih tanpa berkedip. Sooyoung tanya apa Kyuhyun sangat menyukai hewan. Kyuhyun mengangguk. Kyuhyun melihat beruang kutub dan menirunya, membuat anak-anak takut. Sooyoung langsung menarik Kyuhyun sambil minta maaf. Kyuhyun mengamati monyet dan membuat Sooyoung kelelahan mengikuti Kyuhyun.

 

Sooyoung : “Ya! Apa kau sangat menyukai hewan?”

 

Kyuhyun membenarkan : “Karena baik hewan maupun anak-anak itu sama, keduanya sama-sama manis dan lucu. Mereka juga suka main.” Lalu keduanya menyadari seekor monyet yang kelihatan sakit. Kyuhyun tampak gugup lalu lari. Keduanya pergi ke bagian kantor kebun binatang ini dan menghubungi dokter hewannya. Dokter hewan itu selesai memeriksa monyet dan berterima kasih pada mereka.

 

Dokter hewan : “Monyet itu memang sakit dan untung kalian memberitahu kami dengan cepat, apa kalian dokter hewan?”

 

Sooyoung tersenyum : “Bukan, kami dokter bedah anak.”

 

Dokter hewan itu terkejut : “d-dokter bedah anak?”

 

 

Sooyoung membelikan permen kapas untuk Kyuhyun, keduanya duduk dan istirahat. Sooyoung tampak kagum karena Kyuhyun sepertinya memiliki kemampuan mendeteksi.

 

Kyuhyun cerita : “Saat saya masih co-ass, saya tidak punya kesempatan melihat sekecil dan sesulit apa organ anak-anak karena tidak banyak operasi yang bisa dilihat. Jadi saya pergi ke RS hewan di kota saya dan mengikuti operasi setiap akhir pekan. Saya membayangkan hewan-hewan itu sebagai anak-anak.”

 

Sooyoung : “Jadi kau juga sekalian belajar kedokteran hewan?” Kyuhyun membenarkan. Kyuhyun memang mengagumkan.

 

Sooyoung : “Apa kau pernah berpikir akan menjadi dokter hewan dan bukannya dokter biasa?”

 

Kyuhyun : “Sebenarnya saya ingin tapi tidak bisa karena kami sama-sama bodoh.”

 

Sooyoung bingung : “sama-sama bodoh?”

 

Kyuhyun : “Karena hewan itu bodoh, saya harus menjadi pintar, tapi bukan itu masalahnya.”

 

Sooyoung tertegun, ia merasa iba pada Kyuhyun. Kyuhyun tidak menyadari betapa istimewanya dirinya itu.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Kang Hyun Tae bertemu Presdir Kim Taeyeon dan Tiffany. Ia membaca proposal dan mengerti bahwa Presdir Kim sangat memperhatikan bagian anak, tapi mereka tidak bisa memberikan dana lagi.

 

Presdir Kim : “Kita tidak bisa melihat bagian anak dari sisi keuntungan.”

 

Tiffany usul : “Lalu kenapa anda tidak membangun RS anak sendiri dengan dana anda?”

 

Presdir Kim kelihatan marah : “Apa?”

 

Kang Hyun Tae menenangkan Tiffany : “Tolong kendalikan diri anda, General Manager, ini pertemuan resmi.”

 

Tiffany : “Saya pasti sudah menggunakan bahasa yang tidak pantas. Saya minta maaf.”

 

Sekretaris Presdir masuk dan memberikan dokumen. Presdir Kim membacanya dan wajahnya terlihat muram.

 

Kang Hyun Tae kembali ke kantornya, ia memainkan bola baseball di tangan sambil mengingat kembali kata-kata Presdir misterius itu.

 

Presdir  : “Kau hanya tinggal menunggu satu-dua hari lagi, karena akan ada “berita baik” yang akan terjadi. Setelah itu, tidak akan ada orang yang berani bicara tentang pengambil-alihan RS itu lagi.”

 

Direktur Park juga menerima dokumen yang sama, isinya adalah penghentian dana dari Grup Wu Myeong untuk RS Univ. Seongwon mulai bulan ini. Direktur Park hanya bisa menghela nafas.

 

-Good Doctor (Kyuyoung Version)-

 

Sooyoung dan Donghae bergegas lari ke UGD. Keduanya terkejut melihat kondisi Dr. Hong. Tangannya  berdarah bekas gigitan. Sementara semua pasien berdiri diluar ketakutan.

 

Sooyoung bingung : “Apa yang terjadi?”

 

Il Kyu menjelaskan : “Ada pasien anak perempuan, usianya 10 tahun, tapi dia bukan main-main. Kondisinya jauh dari anak normal biasanya.”

 

Donghae : “Apa maksudnya bukan main-main? Kenapa tanganmu?” Tiba-tiba dari dalam UGD terdengar suara gonggongan.

 

Sooyoung bingung : “Apa ada anak anjing di dalam sana?” Seorang perawat bagian anak mengabarkan ini pada Perawat Jo, kalau ada kekacauan di UGD.

 

Perawat Jo menanggapinya dengan santai : “Bukankah bagian UGD selalu kacau setiap hari?”

 

Perawat itu kesal : “Ini lain.” Kyuhyun juga ada disitu dan tampak ingin tahu.

 

Kyuhyun pergi ke UGD, ia bingung melihat kepanikan orang-orang disana. Apalagi saat Sooyoung juga terluka. Kyuhyun langsung jalan maju.

 

Di depan ternyata ada anak yang mirip srigala : “Apa ini werewolf girl?” Anak itu kelihatan marah, takut dan waspada. Ia mendelik dan mengamati semua orang.

 

Kyuhyun jalan mendekat secara perlahan. Semua dokter mencoba menahan Kyuhyu : “Dr. Cho! Hei!” Tapi Kyuhyun tetap tenang dan mulai jongkok. Ia merundukkan badan sehingga sama tinggi dengan anak itu. Kyuhyun kemudian merangkak mendekati anak itu. Anak itu menggeram dan melihat ke arah Kyuhyun dengan tajam. Kyuhyun perlahan mengulurkan tangannya ke arah anak itu. Anak itu masih belum mempercayai Kyuhyun dan menggigit tangannya! Kyuhyun teriak kesakitan. Donghae, Sooyoung dan dokter-dokter lain langsung menarik Kyuhyun menjauh dari anak itu.

 

Anak itu langsung melompat ke atas tempat tidur dan menggeram pada mereka dengan penuh ancaman. Kyuhyun tampak terkesima dengan anak itu sementara yang lain shock.

 

-TBC (Tuber Continue)-

 

Hayo-hayo siapa yang penasaran? Penasaran? Tungguin aja ya kelanjutannya :^)

Mohon tinggalkan jejak dengan RCL (Read, Coment, anda Like) juseyo 😀

3 thoughts on “[SERIES] Good Doctor (Kyuyoung Version) Part 5

  1. From Nadira : “Good doctor part 5 bguss tpi ngerix ad manusia serigala. Di rumah sakit terasa aneh n dia berasal dri mana kyuyoung smkin dekat ajj next part jng lma eonii”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s